Masyarakat Indonesia saat ini sudah menggeser pola belanja dari sebelumnya dilakukan secara konvensional ke sistem daring (online). Perubahan pola belanja tersebut membuat operasional di gerai Central Department Store Neo Soho berjalan berat sejak berdiri 2016 lalu.
Dimas mengatakan setelah menutup gerai Central Neo Soho, pihaknya akan fokus menjual produk dengan konsep omni channel melalui whatsapp dan line.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen menyatakan keputusan untuk menutup gerai Central Neo Soho terbilang berat. Apalagi, keputusan menutup gerai ini merupakan kali pertama yang mereka lakukan setelah mengelola ritel kurang lebih selama 70 tahun belakangan ini.
Walaupun tutup, Dimas memastikan Centra Ritail Indonesia berkomitmen untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Menurutnya, perusahaan akan memindahkan karyawan ke gerai Central di Grand Indonesia.
Penutupan gerai tidak hanya dilakukan oleh Central Retail Indonesia. Sebelumnya, penutupan gerai juga dilakukan oleh PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group).
Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya menutup total 26 gerai. Penutupan tersebut membuat pihaknya terpaksa harus merumahkan 532 karyawan.
Tony mengatakan penutupan gerai dilakukan seiring lesunya bisnis makanan yang dijual di retail modern tersebut. Penurunan bisnis tersebut membuat kinerja penjualan Hero merosot.
Sampai dengan kuartal III tahun lalu, penjualan Hero Supermarket tercatat hanya Rp9,84 triliun atau turun dibandingkan periode yang sama 2017 lalu.
(aud/agt)