SMBC Beli 65 Pesawat Airbus Rp106 Triliun

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 06:12 WIB
SMBC Beli 65 Pesawat Airbus Rp106 Triliun Ilustrasi pesawat Airbus. (REUTERS/Regis Duvignau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan pembiayaan pesawat, SMBC Aviation Capital memesan 65 pesawat buatan Airbus senilai US$7,47 miliar atau sekitar Rp106 triliun (asumsi kurs Rp14.200 per dolar AS) .

Seperti dikutip dari AFP, Airbus menyebut dengan pemesanan 65 pesawat tersebut, total pesawat yang dipesan SMBC tahun lalu dari perusahaan mencapai 71 pesawat. Adapun 65 pesawat yang baru dipesan perusahaan yang berbasis di Dublin, Irlandia ini terdiri dari 50 pesawat seri A320neo dan 15 pesawat seri A321neo.

SMBC merupakan salah satu perusahaan pembiayaan pesawat terbesar di dunia dan cabang dari Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG). Perusahaan itu membiayai pesawat dari 90 perusahaan di 44 negara dan pada akhir September telah membeli 663 pesawat.



Lebih dari 6.500 pesawat jenis A320neo dengan pilihan mesin baru telah dipesan oleh 100 pembeli sejak diluncurkan pada 2010.

Pesawat ini membutuhkan bahan bakar 15 persen lebih sedikit dari seri sebelumnya. Pada 2020, pesawat seri tersebut bahkan diharapkan dapat menghemat 20 persen bahan bakar.

Pada 3 Januari lalu, Airbus juga mengatakan telah melakukan penjualan 120 jet jenis A220-300 berlorong satu senilai US$11 miliar pada maskapai asal Amerika Serikat, Jetblue dan Moxy. Rencananya pesawat tersebut akan beroperasi pada 2021.


Dalam urusan pengiriman, Airbus sedikit tertinggal dibandingkan rivalnya, Boeing. Di tahun 2018, Airbus menjual 800 pesawat komersial, sedangkan Boeing menjual 806 pesawat.

Sekedar info, AirAsia X, maskapai penerbangan jarak jauh bertarif rendah Afiliasi Grup AirAsia juga memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus berbadan lebar seri A330neo tahun lalu. Pemesanan A330neo itu dilakukan setelah melihat kesuksesan dari seri A320neo.

AirAsia X akan menjadi maskapai pertama di Asia yang mengoperasikan A330neo. Jadwal pengiriman pesawat terbang Airbus akan dimulai pada kuartal IV 2019 dan akan dioperasikan di Malaysia, Thailand, dan Indonesia. (rim/agi)