Perundingan Dagang, Trump Tak Akan Melunak pada China

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 13:02 WIB
Perundingan Dagang, Trump Tak Akan Melunak pada China Ilustrasi perdagangan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan melunakkan sikapnya dalam perundingan perang dagang yang sedang dilakukan pemerintahannya dengan China. Ia akan tetap memaksa Beijing mereformasi kebijakan struktural mereka agar perundingan menghasilkan kesepakatan saling menguntungkan bagi negaranya dan China.

Penasihat Trump menyatakan pemerintah AS tidak akan meminta China membeli barang buatan negaranya agar perundingan dagang membuahkan hasil. Menurutnya, menawarkan barang buatan AS agar lebih banyak dibeli China tidak otomatis mengatasi perang dagang dan mendinginkan suasana perundingan.

AS saat ini tengah melancarkan serangan dagang terhadap China. Serangan dagang dilancarkan karena Presiden Trump menuduh China telah banyak melakukan kecurangan dagang dengan AS. 



Ia menuduh Cina mencuri kekayaan intelektual dan memaksa perusahaan-perusahaan Amerika untuk berbagi teknologi ketika mereka melakukan bisnis di Cina. Akibat kecurangan dagang tersebut AS ia sebut mengalami defisit neraca dagang dengan China hingga puluhan miliar dolar AS. 

Perang dagang tersebut telah menimbulkan banyak masalah bagi ke dua negara. Di China, perang dagang telah menggerus pendapatan perusahaan dan industri mereka. Biro Statistik Nasional China (NBS) pada November lalu melaporkan laba industri merosot 1,8 persen menjadi 86,3 miliar.  Penurunan laba tersebut merupakan yang pertama sejak Desember 2015.

Di AS, perang dagang telah meningkatkan kekhawatiran pebisnis. Dari hasil survei enam bulanan yang dilakukan Asosiasi Nasional untuk Bisnis dan Ekonomi AS terhadap 251 ekonom dan pebisnis AS, diketahui 90 persen responden menyatakan perang dagang bisa merugikan AS. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, Presiden Trump dan Presiden Chin Xi Jinping beberapa waktu lalu sepakat untuk 'gencatan senjata' dengan menunda pemberlakuan tarif impor tinggi di negara mereka masing-masing. Mereka sepakat berunding untuk menyelesaikan perang dagang dalam waktu 90 hari. 


"Tapi sampai hari ini kami belum dalam posisi di mana keluhan kami telah ditangani dengan cukup," kata seorang pejabat AS, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/1).

Pejabat itu mengatakan tim Trump, yang dipimpin oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer fokus pada masalah struktural dan ketidakseimbangan perdagangan. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada Reuters bahwa transfer teknologi paksa, pencurian IP, dan pembatasan kepemilikan tetap menjadi prioritas utama bagi Trump.

"Presiden mengatakan berkali-kali betapa pentingnya itu, dan dia tidak akan mundur," kata Kudlow.

(Reuters/agt)