Melihat Penerus Kerajaan Bisnis Eka Tjipta Widjaja

CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 13:26 WIB
Melihat Penerus Kerajaan Bisnis Eka Tjipta Widjaja Sejumlah karangan bunga duka cita atas meninggalnya Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja diletakkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta, Minggu (27/1). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri kelompok bisnis Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia Sabtu (26/1) kemarin. Pihak Sinar Mas tidak menyebut detail penyebab meninggalnya pria bernama asli Oei Ek Tjhong ini.

Hanya saja dari rilis resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Managing Directur Sinar Mas G. Sulistiyanto mengatakan Eka meninggal karena faktor usia dan kesehatan. Sebagai informasi, Eka saat meninggal berusia 98 tahun.

Tidak ada yang tak kenal dengan Eka Tjipta Widjaja di dunia bisnis. Kiprah bisnis dan tangan bisnisnya berhasil membawah Sinar Mas Group menjadi perusahaan besar. 


Berkat keberhasilan bisnisnya tersebut, Eka dinobatkan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Majalah Forbes pada 2018 kemarin memperkirakan total kekayaan Eka Tjipta Widjaja tembus US$8,6 miliar.


Jika dirupiahkan, harta Eka Tjipta mencapai sekitar Rp122, 01 triliun (kurs Rp14.188 per dolar AS). Lalu siapa saja yang akan meneruskan kejayaan Eka paska kepergiannya?

Dilansir dari berbagai sumber, Eka Tjipta memiliki putra-putri yang juga berkiprah di dunia bisnis. Pertama, Oei Hong Leong yang sudah menjadi warga negara Singapura. Ia menjalankan bisnisnya yang bergerak di bidang properti dan keuangan.

Dikutip dari Forbes, namanya masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Singapura pada 2018. Total kekayaan yang dimilikinya mencapai US$1,5 miliar atau setara Rp21 triliun. Tak hanya berbisnis, ia juga merupakan kolektor benda seni bernuansa Budha.

Oei memiliki museum pribadi di Singapura dengan koleksi lebih dari 50ribu benda seni. Kedua, Frankle Widjaja alias Djafar. Ia merupakan Direktur Shanghai Golden Bund Real Estate Co.Ltd dan Direktur Eksekutif  Bund Center Investment Ltd. Tak hanya itu, melansir dari Market Screener, ia juga menangani 25 perusahaan lain.

Keterlibatan Frankle dalam bisnis ayahnya tercatat sejak 1979. Bloomberg menyebut ia terlibat dalam manajemen dan operasi pulp dan kertas, jasa keuangan, makanan, pertanian, dan bisnis real estate. Tak terhitung jabatan yang pernah ia cicipi di grup Sinar Mas.


Berkat kipahnya di dunia bisnis, Frankle memperoleh aneka penghargaan seperti, Third Shanghai Charity Star Special Awards (2008), Top Ten Overseas Chinese Award (2007), Five Star Diamond Award (2006), Shanghai Magnolia Honorable Award (2006), dan Shanghai Magnolia Memorial Award (2004).

Ketiga, Franky Oesman Widjaja. Putra ke-8 Eka Tjipta Presiden Komisaris PT Sinar Mas Agro Resources dan Teknologi sejak 2003. Dia juga tercatat sebagai direktur dan CEO Golden Agri-Resouces Ltd sejak 1996. Perusahaan-perusahaan yang ia bawahi bergerak dalam bisnis pangan, properti dan agribisnis.

Keempat, Teguh Ganda Widjaja alias Oei Tjie Goan yang merupakan anak pertama Eka Tjipta. Ia menjabat sebagai presiden komisioner pabrik kertas PT Tjiwi Kimia dan PT Indah Kiat Pulp & Paper.

Kelima, Indra Widjaja. Indra lebih banyak bermain di sektor finansial. Ia jadi kepala PT Sinar mas Multi Artha dan presiden direktur PT Asuransi Sinar Mas. Dikutip dari Bloomberg, ia pun tercatat sebagai kepala Ningbo Commercial Bank.

Darah bisnis pun mengalir dalam diri anak perempuan Eka Tjipta, Sukmawati Widjaja. Sukmawati tercatat sebagai executive chairman dari Top Global Limited. Perusahaan ini bergerak dalam bidang properti dan hospitality.


(els/agt)