Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Jadi Rp14.130

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 16:50 WIB
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Jadi Rp14.130 Nilai tukar rupiah melorot ke posisi Rp14.130 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (30/1) sore. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah melorot ke posisi Rp14.130 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (30/1) sore. Dengan kata lain, rupiah harus keok 0,26 persen dibanding penutupan pada Selasa (29/1), yakni Rp14.092 per dolar AS.

Kali ini, rupiah menjadi mata uang dengan performa terburuk se-Asia. Menemani rupiah, rupee India juga melemah 0,11 persen. Sementara, mata uang Asia lainnya cenderung menguat atas mata uang Paman Sam.

Posisi won Korea Selatan tetap tidak bergeming dibanding penutupan kemarin, sedang dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing menguat di angka 0,03 persen dan 0,08 persen. Yen Jepang juga menguat 0,02 persen.


Negara tetangga Indonesia, seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, dan dolar Singapura juga mencatat performa kinclong dengan penguatan masing-masing sebesar 0,09 persen, 0,13 persen, dan 0,08 persen. Bahkan, kini peso Filipina menjadi ranking satu di Asia dengan penguatan mencapai 0,27 persen.

Di sisi lain, terdapat pula mata uang yang melemah, seperti yen Jepang yang keok 0,01 persen dan won Korea Selatan yang melemah 0,15 persen.

Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan kali ini rupiah dihadang dua sentimen yang cukup kuat. Pertama, pelaku pasar menunggu-nunggu hasil perundingan perang dagang antara China dan AS yang diprediksi panas setelah otoritas hukum AS menindak Huawei Technologies Co karena dianggap melakukan pencurian data industri AS dan melakukan bisnis dengan Iran, yang saat ini masih kena sanksi AS.


Adapun, perundingan perang dagang antara AS dengan China dilakukan pada hari ini dan berakhir esok, Kamis (31/1).

Kedua, pelaku pasar juga menanti pengumuman bank sentral AS The Fed, yang meskipun diperkirakan dovish dengan menahan suku bunga acuan, namun diprediksi akan mengeluarkan pernyataan mengenai perlambatan ekonomi global.

"Dovish-nya The Fed ini tidak akan berpengaruh banyak, pernyataan The Fed yang justru akan mengakibatkan kekhawatiran kalau mereka bilang ekonomi global akan melambat," jelas Faisyal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/1).


(glh/bir)