Penyelesaian Proyek LRT Jabodebek Terancam Molor

CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 19:01 WIB
Penyelesaian Proyek LRT Jabodebek Terancam Molor Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya Tbk menyatakan penyelesaian proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) Tahap I bakal molor menjadi April 2021. Hingga kini, proyek masih terkendala pembebasan lahan seluas 10 hektare (ha) untuk depo di Bekasi Timur.

"Operasional mundur 22 bulan dari rencana semula karena lahan depo ini," ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto Di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kamis (31/1).

Pembangunan LRT Jabodebek Tahap I mencakup rute Cawang - Cibubur, Cawang - Kuningan - Dukuh Atas, dan Cawang - Bekasi Timur. Panjang proyek mencapai 44 km.


Depo Bekasi Timur akan menjadi lahan parkir kereta untuk sekitar 32 train set rute tersebut. Satu train set terdiri dari 6 kereta yang memiliki kapasitas 180 orang per kereta.


Budi mengungkapkan saat ini baru sekitar 60 persen dari lahan depo yang dalam proses pembebasan. Sementara, 40 persen sisanya masih meminta persetujuan masyarakat.

Jika target penyelesaian tak ingin molor lagi maka pembebasan lahan harus rampung Maret 2019. "Membangun depo itu sendiri kan lama bisa memakan 20 bulan," ujarnya.

Karena penyelesaian molor dan tambahan peralatan , biaya pembangunan pun membengkak sekitar Rp300 miliar dari semula Rp29,9 triliun. Perseroan, lanjut Budi, baru menerima pencairan anggaran sebesar Rp6,5 triliun.

Namun, Budi menegaskan molornya penyelesaian pekerjaan bukan karena kesulitan finansial tetapi murni karena masalah lahan. Selanjutnya, perseroan juga telah menyiapkan rancangan untuk pembangunan LRT Tahap II dengan rute Bogor-Cibubur sepanjang 30 km.


Disebutkan Budi, sekitar 70 persen lintasan menapak tanah dan 30 persennya sisanya melayang (elevated)."Kalau diinstruksikan oleh pemerintah untuk memulai (konstruksi) kami siap mulai," ujarnya. (sfr/agt)