"Operasional mundur 22 bulan dari rencana semula karena lahan depo ini," ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto Di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kamis (31/1).
Pembangunan LRT Jabodebek Tahap I mencakup rute Cawang - Cibubur, Cawang - Kuningan - Dukuh Atas, dan Cawang - Bekasi Timur. Panjang proyek mencapai 44 km.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengungkapkan saat ini baru sekitar 60 persen dari lahan depo yang dalam proses pembebasan. Sementara, 40 persen sisanya masih meminta persetujuan masyarakat.
Karena penyelesaian molor dan tambahan peralatan , biaya pembangunan pun membengkak sekitar Rp300 miliar dari semula Rp29,9 triliun. Perseroan, lanjut Budi, baru menerima pencairan anggaran sebesar Rp6,5 triliun.
Namun, Budi menegaskan molornya penyelesaian pekerjaan bukan karena kesulitan finansial tetapi murni karena masalah lahan. Selanjutnya, perseroan juga telah menyiapkan rancangan untuk pembangunan LRT Tahap II dengan rute Bogor-Cibubur sepanjang 30 km.
Disebutkan Budi, sekitar 70 persen lintasan menapak tanah dan 30 persennya sisanya melayang (elevated)."Kalau diinstruksikan oleh pemerintah untuk memulai (konstruksi) kami siap mulai," ujarnya. (sfr/agt)