PT Pos Indonesia: Gaji Karyawan Rp137 Miliar Dibayar Sore Ini

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 12:21 WIB
PT Pos Indonesia: Gaji Karyawan Rp137 Miliar Dibayar Sore Ini PT Pos Indonesia. (Dok. Lazada).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pos Indonesia (Persero) memastikan membayar tunggakan gaji karyawan periode Februari 2019 sebesar Rp137 miliar paling lambat Senin (4/2) sore ini. Angka tersebut untuk menggaji sekitar 23 ribu-24 ribu karyawan perusahaan pelat merah tersebut.

SVP Kerja Sama Strategis dan Hubungan Kelembagaan Pos Indonesia Pupung Purnama menjelaskan setiap bulannya perusahaan memang mengucurkan Rp137 miliar untuk membayar gaji karyawan. Namun, angka itu tidak termasuk gaji direksi dan karyawan kontrak (outsourcing).

"Direksi bukan pegawai, kalau untuk direksi saya tidak tahu perihal pembayaran gaji, yang jelas yang belum dibayar ini pegawai," tutur Pupung kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/2).



Namun, ia memastikan Pos Indonesia sudah memulai proses untuk pembayaran gaji karyawan sejak pagi ini. Hanya saja, proses ini baru selesai pada sore hari, sehingga belum semua karyawan menerima gaji siang ini.

"Jadi baru tuntas kan sore, sekarang bertahap. Ya karena kan 23 ribu pegawai ya ini banyak tidak bisa langsung satu waktu. Tapi yang pasti semua dibayarkan hari ini," jelas Pupung.

Terkait aktivitas kerja di kantor Pos Indonesia pusat, Pupung memastikan seluruh karyawan masuk seperti biasa. Sejauh ini, ia menyebut tidak ada karyawan yang melakukan mogok kerja.

"Ya paling lesu saja karena gaji belum dibayarkan, tapi tidak ada mogok. Ini wajar. Tapi gaji kan dibayar semua hari ini," ungkap Pupung.


Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI KB) Hendri Joni mengatakan pembayaran gaji umumnya memang selalu masuk siang atau sore hari. Tak heran, gaji itu belum masuk ke rekeningnya.

Meski sudah dijanjikan akan dibayarkan hari ini oleh manajemen, Hendri mengaku SPPI KB tetap akan melakukan demo pada 6 Februari 2019. Terkait hal itu, serikat pekerja akan melakukan rapat di Jakarta hari ini.

"Kami akan rapat di gedung Pos Indonesia DKI Jakarta untuk persiapan aksi demo," kata Hendri.

Ketua Umum SPPI KB Akhmad Qomarudin mengatakan ada dua tuntutan dalam demo tersebut, yakni pembayaran gaji yang terlambat dan meminta Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono turun dari jabatannya.


"Karena kan kinerja bukannya naik, tapi turun. Kami kecewa," ucap Akhmad.

Mengutip laporan keuangan Pos Indonesia, laba bersih perusahaan pada 2017 turun 17,4 persen dari Rp426,9 miliar menjadi Rp355 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh pendapatan perusahaan yang turun menjadi hanya Rp4,32 triliun dari Rp4,45 triliun. (aud/lav)