"Saya yakin teman-teman targetnya bisa di atas 9 juta (sertifikat tanah), berapa? Pasti di atas 10 juta," ujarnya di Hotel Shangri-La, Rabu (6/2).
Optimisme Sofyan bukan tanpa alasan. Optimisme ia sampaikan lantaran tahun ini Kementerian ATR bisa melampaui target penerbitan 7 juta sertifikat yang dipatok Presiden Jokowi di 2018 kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, lanjutnya, dari 9,3 juta bidang yang telah dipetakan tersebut, baru 6.021.340 bidang atau setara 86 persen yang memenuhi syarat sertifikasi kategori klaster K1. Sedangkan sisanya sebanyak 3.293.666 bidang masih dalam bentuk klaster 2, 3, dan 4.
Lalu, Klaster 3 adalah bidang tanah yang subjek atau objeknya tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifiikat. Terakhir, klaster 4, yaitu bidang tanah yang sudah bersertifikat namun belum tersedia Peta Bidang Tanah (PBT) dan perlu penyesuaian menjadi PBT berkoordinat global.
"Kami akan mencapai program yang sudah ditetapkan di tahun anggaran ini," tukas Sofyan.