Menteri Bambang Usul Pemberlakuan Tarif Tol Khusus Logistik

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 18:52 WIB
Menteri Bambang Usul Pemberlakuan Tarif Tol Khusus Logistik Menteri PPN/Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengusulkan pemberlakuan tarif khusus angkutan logistik di jalan tol. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro mengusulkan pemberlakuan tarif khusus angkutan logistik di jalan tol. Perhitungan tarif tersebut akan menjadi pembahasan antara pengelola jalan tol dengan pelaku usaha logistik.

Usulan Bambang tersebut menjawab keluhan tingginya tarif tol Trans Jawa, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan barang.

"Paling penting nanti tinggal hitung-hitungan antara operator tol dengan potensial user (pengguna). Berapa harga yang bisa atau mungkin ada harga khusus yang bisa diberikan kepada angkutan truk," kata Bambang di kantornya, Jumat (8/2).



Meskipun ada keluhan, Bambang menjelaskan pembangunan jalan tol oleh pemerintah bertujuan untuk menurunkan biaya logistik. Alasannya, jalan tol bisa memberikan kelancaran bagi angkutan logistik dibandingkan dengan pengiriman barang lewat jalan arteri.

"Saya melihat jalan tol sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, karena dengan jalan tol kelancaran transportasi menjadi lebih baik, sehingga biaya logistik bisa turun," ujarnya.

Selain itu, jalan tol diharapkan bisa menurunkan anggaran perawatan jalan arteri yang rusak setiap tahunnya akibat dilewati oleh truk-truk besar. Bambang mengakui porsi biaya perawatan jalan sangat tinggi bahkan biaya perawatan jalan per kilometer lebih besar dibandingkan dengan anggaran pembuatan jalan baru, sehingga tidak produktif.


"Mungkin kita tidak pernah sadar ada porsi besar dalam anggaran untuk pembangunan jalan di Indonesia yang dihabiskan untuk perawatan," imbuhnya.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga memberi usulan serupa. Mereka meminta PT Jasa Marga Tbk selaku pengelola tol Trans Jawa untuk menurunkan tarif. Tarif tol tersebut saat ini dinilai terlalu mahal, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan barang atau truk.

"Akibat dari hal ini, volume trafik di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Bak bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.


Ia menilai tarif tol yang saat ini terbilang mahal terancam tak akan membantu penurunan biaya logistik. Angkutan truk, menurutnya, hanya masuk tol Trans Jawa jika biaya tol ditanggung oleh penerima barang. (ulf/lav)