Bambang Brodjonegoro Jajal MRT dengan Anak dan Istri

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 18:29 WIB
Bambang Brodjonegoro Jajal MRT dengan Anak dan Istri Menteri PPN/Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro meninjau pembangunan moda raya terpadu berbasis rel listrik (MRT) Jakarta fase pertama pada Jumat (1/2) sore. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro meninjau pembangunan moda raya terpadu berbasis rel listrik (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta fase pertama pada Jumat (1/2) sore. Tak hanya meninjau, Bambang juga menjajal langsung untuk pertama kalinya moda transportasi yang dibangun sejak 2014 lalu.

Peninjauan dimulai dari kantor PT MRT Jakarta di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat. Setelah bertemu dengan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar, keduanya beserta rombongan langsung menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia di tengah pusat kota DKI Jakarta.

Namun, Bambang rupanya tak hanya membawa pejabat eselon dan pegawai Bappenas dalam rombongannya. Tampak istri, Irina Justina Zega dan anaknya, Daniswara Brodjonegoro turut mendampingi Bambang untuk meninjau sekaligus menjajal MRT Jakarta.


Begitu sampai di Stasiun Bundaran HI, William memberikan beberapa penjelasan kepada Bambang mengenai MRT Jakarta. "Kereta ini akan menempuh perjalanan dari Bundaran HI sampai Lebak Bulus hanya dengan waktu 30 menit, Pak," ucap William.


Lebih lanjut William mengatakan perjalanan dari Bundaran HI ke Lebak Bulus akan ditempuh dengan kecepatan sekitar 80 kilometer (km) per jam ketika kereta berada di jalur bawah tanah dan sekitar 50-60 km per jam ketika berada di jalur layang.

"Kereta akan mulai keluar dari jalur bawah tanah ketika memasuki Stasiun Sisingamangaraja hingga berakhir di Lebak Bulus. Namun, jalur layang tertinggi ada di antara Stasiun Cipete hingga Lebak Bulus dengan ketinggian mencapai 30 meter," jelasnya.

Selama menjajal MRT Jakarta untuk pertama kalinya, Bambang tampak antusias mendengar seluruh penjelasan dari William. Ia juga menengok berbagai sudut kereta.

Setibanya di Stasiun Lebak Bulus yang bersambungan pula dengan Depo MRT Jakarta, Bambang turut menyempatkan diri untuk melihat langsung beberapa kereta yang sudah terparkir dan usai diuji coba.


"Setelah mencoba perjalanan Bundaran HI-Lebak Bulus, ternyata memang tepat waktu ya 30 menit. Perjalanannya juga mulus dan fasilitas yang disiapkan menarik," ujar Bambang.

Menurutnya, bila MRT Jakarta sudah beroperasi penuh, tentu moda transportasi ini akan memberi dampak positif kepada masyarakat ibu kota. Sebab, waktu tempuh yang relatif cepat membuat masyarakat bisa menghemat waktu yang selama ini terbuang di perjalanan untuk hal yang lebih produktif.

"Sehingga waktu yang tadinya habis di jalan jadi bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas di tempat kerja. Kemudian, tentunya nanti kegiatan ekonomi jadi lebih lancar dan kondisi lingkungan semakin membaik karena kemacetan bisa dikurangi," katanya.

Ke depan, Bambang mendorong pembangunan moda transportasi massal seperti halnya MRT Jakarta agar sistem transportasi lebih terintegrasi dan cepat, sehingga mendongrak pertumbuhan ekonomi ibu kota hingga Tanah Air secara keseluruhan. (uli/agi)