BI Sebut Investor Asing Tanam Modal Rp49 T Sejak Awal 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 16:15 WIB
BI Sebut Investor Asing Tanam Modal Rp49 T Sejak Awal 2019 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing (capital inflow) sejak awal tahun hingga 2 Februari 2019 mencapai Rp49,6 triliun. Angka itu terus naik dari posisi Januari kemarin yang sekitar Rp19 triliun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan mayoritas dana ditempatkan di Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp32,4 triliun. Kemudian, diikuti dengan penempatan dana di pasar saham sebesar Rp15,1 triliun.

"Lalu ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp2 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor baik dalam dan luar negeri," tutur Perry, Jumat (8/2).


Realisasi ini, kata Perry, mengartikan investor asing masih cukup percaya dengan perkembangan ekonomi Indonesia. Selain itu, derasnya investasi asing juga menandakan bahwa nilai tukar negara itu bergerak stabil.


"Jadi ini menunjukkan faktor pergerakan nilai tukar Indonesia yang memang cukup membaik, bahkan menguat," ujar Perry.

Mengutip RTI Infokom, rupiah kini bertengger di area Rp13.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Bila diukur secara tahun kalender, rupiah menguat 3,49 persen, sedangkan tiga bulan terakhir meningkat 4,9 persen.

Untuk ke depannya, Perry meramalkan aliran dana asing semakin deras ke di Indonesia. Sebab, peluang investasi langsung juga masih terbuka cukup lebar atau disebut dengan penanaman modal asing (PMA).

"Kebijakan pemerintah untuk mendorong PMA kan ada terus, PMA untuk infrastruktur, untuk dorong ekspor," jelas Perry.


Dengan begitu, investor asing akan masuk melalui dua pintu, yakni investasi langsung dan portofolio. Investasi portofolio yang dimaksud, sepert saham, SBI, dan SBN.

Perry menjelaskan khusus di saham jelas akan bertumbuh dari sisi transaksi asing seiring dengan kinerja keuangan emiten yang meningkat sepanjang 2018. Terbukti, kata Perry, harga saham sejumlah emiten terus meningkat.

Bila mengacu pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pergerakannya terlihat cukup agresif sejak awal tahun. IHSG tercatat berkali-kali menembus rekor terbarunya sejak awal tahun hingga akhir Januari 2019.

RTI Infokom mencatat IHSG di level 6.521. Bila dilihat secara tahun kalender, IHSG telah meningkat sebesar 5,28 persen, sementara dalam satu bulan terakhir naik 3,05 persen.


"Nah makanya saya sampaikan itu akan tinggi aliran modal asing. Jadi akan naik dalam bentuk PMA dan portofoilo," pungkas Perry. (aud/lav)