Melesat 183 Persen, Bursa Soroti Transaksi Saham Smartfren

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 17:44 WIB
Melesat 183 Persen, Bursa Soroti Transaksi Saham Smartfren Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti perdagangan saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) karena mengalami aktivitas transaksi luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). Sejak awal 2019, harga saham emiten telekomunikasi ini memang melesat hingga 183 persen.

Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

"Sehubungan dengan terjadinya aktivitas di luar kebiasaan atas saham FREN, maka perlu disampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut," demikian tertulis dalam keterangan tertulis yang diterbitkan hari ini, Senin (11/2).



Dimintai tanggapannya, Direktur Utama PT Smartfren Telecom Merza Fachys menyampaikan pihaknya tak melakukan aksi korporasi besar yang berdampak pada pergerakan harga saham secara signifikan.

"Tidak ada apa-apa," ungkapkan kepada CNNIndonesia.com.

Informasi terakhir mengenai Smartfren terjadi pada 14 Januari 2019, yakni terkait laporan penggunaan dana hasil penawaran umum.


Dengan hadirnya aktivitas tak biasa tersebut, BEI berharap investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi.

Selain itu, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat jika rencana tersebut belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang bisa timbul di kemudian hari, sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.


Hingga perdagangan siang ini, harga saham Smartfren tercatat Rp224 atau meningkat 12 poin atau 5,66 persen dari pembukaan Rp218.

Sejak awal tahun, pergerakan harga saham FREN melesat tajam, hingga 183 persen dari semula Rp79 pada 2 Januari 2019 menjadi Rp224 pada perdagangan siang hari ini. (lav/bir)