FOTO: Menanti Musim Panen Raya Beras

ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 10:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementan mengklaim 1,4 juta ton beras produksi petani pada panen raya Februari-Maret 2019, akan diserap oleh Perum Bulog.

Kementerian Pertanian mengklaim sedikitnya 1,4 juta ton setara beras produksi petani akan diserap oleh Perum Bulog pada periode Januari-Maret 2019. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan).
Berdasarkan data Kementan, secara nasional, produksi padi mencapai 83,04 juta ton GKG atau setara 48,3 juta ton beras di sepanjang tahun lalu. Dengan konsumsi, 30,4 juta ton beras. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Kendati data produksi dan konsumsi beras Kementan tercatat surplus pada tahun lalu, kenyataannya pemerintah getol impor beras. Buktinya, sepanjang tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan tiga kali izin impor beras dengan total volume 2 juta ton beras. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan).
Pemerintah mencatat realisasi impor beras berhasil dilakukan sebanyak 1,8 juta ton pada tahun lalu. Sedangkan sisanya 200 ribu ton beras impor dari India gagal disepakati. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra).
Tahun ini, pemerintah kembali membuka opsi impor beras melalui Perum Bulog apabila bencana banjir yang melanda Sulawesi Selatan menggagalkan panen padi yang seharusnya jatuh sekitar Februari-Maret 2019. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Kendati masih mempertimbangkan impor, Perum Bulog bercita-cita melakukan ekspor beras saat panen raya pada Maret 2019 nanti. Dengan catatan, bila gudang beras milik Bulog tak mampu menyerap seluruh beras produksi panen raya. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah).
Saat ini, Dirut Perum Bulog menuturkan gudang Bulog terisi 2,1 juta ton beras. Dengan kondisi ini, Bulog hanya mampu menyerap 1,8 juta ton beras dari hasil panen raya.
Menanggapi keinginan ekspor Perum Bulog, PT Food Station Tjipinang Jaya selaku pengelola pasar induk beras (PIBC) mengaku ragu. Pasalnya, kebutuhan beras nasional masih sangat besar. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah masih membuka keran impor beras. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Bukti lain tingginya kebutuhan beras nasional adalah persoalan harga. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir harga rata-rata beras di tingkat eceran naik 1,1 persen secara bulanan pada Januari 2019. Kenaikan harga beras ini lebih tinggi dibanding Desember 2018 lalu. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras sejalan dengan kenaikan harga gabah, yang memang kerap terjadi sebelum memasuki masa panen pada bulan ini. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas).