Tingkatkan Kualitas, Enam BUMN Rangkul Surveyor Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 12:58 WIB
Tingkatkan Kualitas, Enam BUMN Rangkul Surveyor Indonesia Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. (www.bumn.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero). Kerja sama dilakukan dalam monitoring kualitas dan kuantitas produk serta jasa enam perusahaan pelat merah tersebut.

Beberapa BUMN yang ikut serta dalam kerja sama ini, antara lain; PT Pertamina (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Dahana (Persero), dan PT Pertamina Bina Medika.

Direktur Utama Surveyor Indonesia Dian M Noer mengatakan ruang lingkup kerja sama ini meliputi jasa survei, konsultasi, inspeksi, verifikasi, dan monitoring di bidang pengadaan tanah, monitoring kargo, konsultasi pengawas pengembangan jaringan fiber optik, dan konstultasi desain untuk proyek Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transportation (MRT).


"Lalu konsultasi pengembangan roadmap tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di berbagai daerah di seluruh Indonesia," ungkap Dian, Selasa (12/2).

Lebih detil, kerja sama Surveyor Indonesia dengan Pertamina menyangkut manajemen aset dan kegiatan monitoring kualitas dan kuantitas terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia. Lalu, memastikan optimalisasi kegiatan dan distribusi gas bumi PGN.


"Kami juga kerja sama dalam hal layanan kesehatan dengan Pertamina Bina Medika, penerapan TKDN dengan Dirgantara Indonesia, supervisi bahan peledak dengan Dahana, dan konsultasi pengujian railway system dengan Len Industri," papar Dian.

Melalui kerja sama ini, Dian berharap produk dan jasa yang diberikan oleh perusahaan pelat merah semakin berguna dan menyejahterakan masyarakat. Ujung-ujungnya, kerja sama ini akan meningkatkan tata kelola perusahaan masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso mengatakan perusahaan sebenarnya sudah sempat bekerja sama dengan Surveyor Indonesia. Namun, kerja sama baru ini kapasitasnya akan meningkat sejalan dengan penugasan untuk menyambung 5 juta jaringan gas (jargas) sampai 2025 ke depan.

"Kami juga dalam rangka mempercepat gasifikasi rumah tangga sehingga kerja sama dengan Surveyor Indonesia ini lebih kuat," pungkas Gigih.

(aud/agt)