BUMN Tegaskan Harga Avtur Pertamina Sudah Kompetitif

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 12:23 WIB
BUMN Tegaskan Harga Avtur Pertamina Sudah Kompetitif Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim harga avtur PT Pertamina (Persero) sudah turun sejak November 2018 lalu. Ini berarti, BUMN menegaskan tidak ada lagi isu yang menyebut harga avtur yang membuat lonjakan harga tiket pesawat.

Bahkan, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan harga avtur yang dijual Pertamina bisa dibilang kompetitif. Buktinya, harga yang ditawarkan Pertamina tak jauh beda dengan penyedia avtur lainnya.

"Saya sampaikan lagi ya, harga avtur di Indonesia khususnya di Bandara Soekarno Hatta sangat kompetitif. Kami (Pertamina) hanya nomor tiga di Asia Tenggara," tuturnya, Selasa (12/2).


Terkait rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengenai mahalnya harga avtur, Fajar enggan merespons lebih lanjut alasan dibalik itu.

"Saya tidak tahu, tidak tahu. Tidak bisa jawab," imbuh Fajar.

Sebelumnya, Jokowi meminta Pertamina menurunkan harga avtur untuk penerbangan domestik. Pasalnya, perusahaan pelat merah itu menjual avtur lebih tinggi untuk rute penerbangan lokal dibandingkan dengan penerbangan internasional.


Seperti diketahui, Pertamina adalah satu-satunya perusahaan yang menjual avtur untuk seluruh maskapai dalam negeri. Jokowi bahkan menuding Pertamina melakukan praktik monopoli avtur karena menjadi pemain sendiri di Indonesia.

"Besok pagi, saya akan undang Dirut Pertamina. Pilihannya hanya satu, harga (avtur) bisa sama dengan harga internasional tidak. Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain, sehingga terjadi kompetisi. Karena ini memang mengganggu sekali," terang Jokowi, kemarin.

Informasi yang diutarakan Jokowi sebenarnya bukan barang baru. Sebelumnya, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Ari Askhara menjelaskan perusahaan penerbangan harus merogoh kocek lebih dalam berkisar 10 persen-16 persen apabila membeli avtur milik Pertamina di Indonesia.


Sebaliknya, jika maskapai mengisi avtur di luar negeri, harganya jauh lebih murah. "Pertamina kalau di luar negeri itu memberikan harga lebih murah sekitar dua persen dibandingkan dengan pesaingnya ke maskapai nasional. Jadi, perbedaan harganya dengan di Indonesia bisa sampai 16 persen," kata Ari, beberapa waktu lalu.

Tak ayal, harga tiket domestik saat ini lebih mahal dibandingkan dengan tiket luar negeri. Masalahnya, beban biaya yang ditanggung maskapai penerbangan untuk mengangkut penumpang ke rute internasional lebih murah.

"Kalau Pertamina bisa menurunkan kami juga akan menurunkan (harga tiket)," pungkasnya.


(aud/bir)