"Pemerintah tetap akan melanjutkan berbagai langkah kebijakan untuk kemudahan ekspor. Makanya, ini harus berlanjut. Jadi, pemerintah berlanjut maka kebijakan itu tetap berkelanjutan," ujar Enggartiasto saat menghadiri konferensi pers di Terminal Kendaraan Tanjung Priok, Selasa (12/2).
Sayangnya, rangkaian kebijakan untuk mendorong dan mempermudah ekspor itu masih belum bisa diungkap Enggartiasto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Sederhanakan Aturan Ekspor Mobil CBU |
"Pada saatnya, setelah semua selesai, akan bisa disampaikan langkah-langkah apa saja," ujarnya.
Upaya mendorong ekspor sangat relevan di saat defisit transaksi berjalan Indonesia melebar karena tekanan ekonomi global. Tahun lalu, Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan mencapai US$31,1 milliar atau membengkak 79,66 persen dari posisi tahun sebelumnya, US$17,31 miliar.
Untuk mendongkrak ekspor, pemerintah melakukan perbaikan iklim investasi melalui skema perizinan yang terintegrasi secara online hingga mempermudah prosedur ekspor untuk sejumlah produk.
Dalam jangka menengah panjang, pemerintah telah menyiapkan lima sektor industri utama yang bisa mendongkrak ekspor dan sebagai strategi untuk menghadapi industri 4.0. Kelima industri itu antara lain industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, serta industri tekstil.
"Pemerintah sejak dua tahun terakhir itu sudah sangat sadar dalam menyusun langkah-langkah kebijakan menghadapi perkembanga ekonomi dunia sehingga ekonomi kita bisa lebih sehat untuk menghadapinya," ujarnya.