Rupiah 'Unjuk Gigi' di Rp14.033 per Dolar AS Awali Pagi Ini

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 08:33 WIB
Rupiah 'Unjuk Gigi' di Rp14.033 per Dolar AS Awali Pagi Ini Ilustrasi dolar AS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat pada posisi Rp14.033 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (13/2) pagi. Artinya, rupiah menguat 0,25 persen dibandingkan perdagangan pada Selasa (12/2) sore, yakni Rp14.068 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang utama Asia menunjukkan perlawanan terhadap dolar AS. Penguatan terbesar terjadi kepada rupee India yang menguat 0,64 persen terhadap dolar AS. Kemudian, disusul oleh ringgit Malaysia, yuan China, dan peso Filipina yang masing-masing menguat 0,27 persen, 0,26 persen, dan 0,25 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan juga menguat 0,14 persen, sementara baht Thailand juga melawan dolar AS sebesar 0,14 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga tercatat menguat 0,04 persen dan 0,01 persen. Di antara seluruh mata uang Asia, hanya yen Jepang saja yang melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.


Mata uang negara-negara maju juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS, seperti euro yang menguat 0,08 persen dan poundsterling Inggris yang menguat 0,04 persen.

Meski demikian, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah masih ada potensi melemah pada hari ini karena diserang oleh sentimen kemarin. Seperti kelanjutan negosiasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi zona Eropa.

Namun, fokus pasar hari ini mungkin akan bergerak ke Inggris, di mana Perdana Menteri Theresa May akan mencari perubahan kesepakatan dengan Uni Eropa terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau biasa disebut Brexit. Rencananya, pertemuan akan berlangsung Kamis (14/2) esok.


"Bisa jadi rupiah akan ditransaksikan di level support Rp13.990 hingga Rp14.026 per dolar AS dan resistance di level Rp14.105 hingga Rp14.140," jelas Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/2).


(glh/bir)