Waktu 60 hari tersebut dihitung dari 1 Maret 2019, atau batas waktu akhir penyelesaian perundingan dagang yang telah ditetapkan dua negara akhir 2018 lalu. Sumber tersebut menyatakan perpanjangan dilakukan untuk memberikan waktu lebih banyak kepada baik tim AS maupun China dalam menyelesaikan perselisihan dagang dua negara.
Sayang, sumber tersebut tak menyebutkan secara lebih rinci poin pembahasan perundingan damai perang dagang mana saja yang sampai saat ini masing mengganjal pembicaraan dua negara sehingga waktunya perlu diperpanjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Trump menuduh surplus neraca dagang China terhadap AS yang besar tersebut disebabkan oleh kecurangan dagang. Saat ini, AS dan China tengah berupaya menyelesaikan konflik perdagangan tersebut melalui sebuah perundingan.
Meskipun demikian, Presiden Trump Rabu (13/2) kemarin tetap yakin perundingan akan membuahkan kesepakatan damai. Keyakinan ia dasarkan pada perkembangan perundingan hingga saat ini.
Trump menyatakan sampai saat ini perundingan damai berjalan cukup baik karena baik AS maupun China mempunyai keinginan sama untuk menyelesaikan perang tarif sesuai sebelum tenggat waktu 1 Maret habis.
(reuters/agt)