Eropa dan Jepang Diuntungkan Perang Dagang AS-China

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 14:31 WIB
Eropa dan Jepang Diuntungkan Perang Dagang AS-China Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (REUTERS/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah menyebabkan gangguan pada sejumlah perusahaan global. Namun tak semua meraup rugi atas persengketaan kedua negara tersebut, ada pihak-pihak yang justru diuntungkan.

Menurut studi yang dirilis Konferensi PBB terkait perdagangan dan pembangunan, perusahaan-perusahaan di Eropa, Meksiko, Jepang, dan Kanada memperoleh peningkatan ekspor hingga miliaran dolar akibat perang dagang yang berlarut-larut.

"Efek dari tarif AS-Cina terutama adalah distorsi. Perdagangan bilateral AS-Cina akan menurun dan digantikan oleh perdagangan yang berasal dari negara lain," ujar Pamela Coke Hamilton, Kepala divisi perdagangan internasional UNCTAD, dikutip dari CNN, Rabu (6/2).



Studi tersebut mengingatkan tarif hanya membantu sedikit perusahaan-perusahaan domestik di AS maupun China. Namun, meski tarif menguntungkan eksportir di beberapa negara, ada risiko negatif terhadap terhadap keseluruhan perekonomian dunia.

Pemerintah AS dan China tengah bergulat untuk mencapai kesepakatan sebelum 2 Maret mendatang. Jika mereka gagal untuk mencapai persetujuan sebelum batas waktu, AS rencananya akan langsung menaikkan tarif pada barang-barang China senilai US$200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen.

PBB memperkirakan sekitar US$300 miliar perdagangan antara AS dan China telah terganggu oleh rencana kebijakan tarif baru tersebut.


Berdasarkan studi tersebut, Uni Eropa mendapatkan keuntungan paling besar dengan sekitar US$70 miliar ekspor baru. Hal ini seiring dengan daya saing ekonomi negara-negara blok tersebut yang cukup bersaing sehingga mampu menangkap potensi dari pertikaian dagang AS dan China. Laporan tersebut juga menyebut Meksiko, Jepang, dan Kanada mendapat tambahan ekspor dari perang dagang.

Meski demikian, keuntungan yang diperoleh sejumlah negara dapat dirusak oleh sejumlah aspek lain, yakni perlambatan ekonomi China dan volatilitas di pasar global. Perang tarif pun dapat menimbulkan risiko rapuhnya perekonomian global akibat terganggunya rantai pasokan, gejolak harga komoditas, dan gejolak pasar keuangan.

"Lebih banyak negara yang dirugikan dengan perang tarif. Ketegangan perdagangan dapat juga berubah menjadi perang mata uang," jelas PBB. (CNN/agi)