Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto menyampaikan tahun ini akan banyak aksi korporasi dan pengembangan usaha, termasuk pembentukan anak usaha baru. GMF juga terus berusaha memperbanyak kontrak dari pelanggan total solution.
Demi meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perseroan, GMF mengakselerasi implementasi kerja sama strategis dengan Air France Industries KLM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2018, GMF mengantongi laba tahun berjalan sebesar US$30,5 Juta atau merosot hingga 40 persen dari raihan laba tahun sebelumnya yang mencapai US$50,9 juta.
Dari sisi operasional, perseroan membukukan pendapatan senilai US$470 Juta sepanjang 2018, atau naik sebesar 7 persen dibanding pendapatan tahun sebelumnya US$439 Juta.
Pendapatan dari grup berkontribusi sebesar 55 persen, sedangkan dari nongrup sebesar 45 persen. Adapun, peningkatan pendapatan dari nongrup cukup signifikan dibandingkan tahun 2017 sebesar 36 persen.
Lihat juga:Freeport Belum Perpanjang Izin Ekspor |
"Peningkatan pendapatan nongrup ini menunjukkan konsistensi GMF mendapat kepercayaan dari maskapai di luar grup. Kami terus meningkatkan pendapatan nongrup sebagai bukti kami memiliki kualitas dan daya saing di industri MRO," tegas Iwan.
capaian kinerja GMF pada tahun lalu menunjukkan pergeseran bisnis sesuai dengan rencana kerja perusahaan. Terbukti dari pendapatan segmen bisnis perawatan mesin pesawat yang tumbuh sebesar 61,5 persen dalam perhitungan tahunan.
GMF mencatatkan pendapatan sebesar US$116,5 Juta yang diraih dari perawatan mesin pesawat. Pertumbuhan juga dialami segmen bisnis komponen pesawat yang naik sebesar 5,6 persen secara tahunan.