Peremajaan Lahan, Target Produksi Karet 2019 Naik 3,8 Persen

CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 20:20 WIB
Peremajaan Lahan, Target Produksi Karet 2019 Naik 3,8 Persen Ilustrasi. (Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menargetkan produksi karet pada 2019 bisa mencapai 3,81 juta ton, atau naik 3,5 persen dari target tahun lalu 3,68 juta ton. Target itu juga lebih besar 1,3 persen dari realisasi sementara 2018 yang mencapai 3,76 juta ton.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengungkapkan kenaikan target produksi seiring upaya peremajaan lahan (replanting) yang dilakukan pemerintah sejak empat tahun lalu. Produktivitas lahan yang sudah diremajakan biasanya lebih tinggi dari lahan yang sudah tua.

"Replanting kan jalan terus," ujar Kasdi usai menghadiri Rapat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Senin (25/2).


Kasdi mengungkapkan target produksi yang dipasang tahun ini sudah mempertimbangkan potensi terjadinya El Nino. Sebagai informasi, El Nino merupakan fenomena kemarau berkepanjangan yang dipicu oleh pemanasan berkala di Samudera Pasifik.

[Gambas:Video CNN]

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan El Nino terjadi pada Desember 2018 hingga Februari 2019 dengan 60 persen kemungkinan berlanjut hingga April 2019.

"Kami kan sudah melakukan analisis risiko dalam menetapkan target. Mudah-mudahan tidak meleset," ujarnya.

Salah satu faktor yang bisa menahan upaya pencapaian target produksi karet tahun ini adalah harga. Pasalnya, jika harga terlalu rendah maka petani bisa mengganti tanaman perkebunannya dengan tanaman lain yang harganya lebih menguntungkan.

"Padahal, kalau dipikir pendapatan karet ini kan bisa harian tetapi untuk beberapa hal petani bisa diputuskan begitu (mengganti tanaman) karena dinamika harga," ujarnya.

(sfr/lav)