Harta 29 Taipan Sawit Diprediksi Setara 67 Persen APBN 2017

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 20:00 WIB
Harta 29 Taipan Sawit Diprediksi Setara 67 Persen APBN 2017 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekayaan 29 konglomerat yang terkait dengan bisnis kelapa sawit di Indonesia diperkirakan setara dengan 67 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Pada periode itu, pemerintah menganggarkan APBN sebesar Rp2.080 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah dan dana desa. Sedangkan total kekayaan 29 taipan tersebut tercatat mencapai US$88 miliar setara Rp1.241 (mengacu kurs Rp14.112 per dolar AS).

Direktur Eksekutif TuK Indonesia Rahmawati Retno Winarni mengatakan jumlah tersebut mewakili sekitar 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2017 yang senilai US$1 triliun atau sekitar Rp14 ribu triliun.



Dalam laporannya yang berjudul Kuasa Taipan Kelapa Sawit di Indonesia Tahun 2018, TuK Indonesia menyampaikan jumlah kekayaan para taipan diambil dari data yang dirilis oleh Forbes dan Jakarta Globe.

Bagi taipan yang tidak terdaftar, TuK Indonesia membuat perkiraan konservatif dengan menghitung rata-rata dari total kekayaan mereka. Setelah perhitungan selesai, maka TuK Indonesia mendapat angka yaitu US$88 miliar.

"Dengan catatan kekayaan ini didapat dari seluruh lini bisnis mereka tidak hanya dari lini bisnis kelapa sawit," kata Rahmawati di Jakarta, Rabu (30/1).


Ia melanjutkan 29 taipan tersebut menggerakkan 25 perusahaan kelapa sawit. Tidak hanya di Indonesia, perusahaan tersebut juga berasal dari Singapura, Malaysia, dan London.

Perusahaan-perusahaan tersebut, lanjutnya, dikendalikan oleh taipan dan keluarganya. Meskipun para taipan tidak memiliki saham mayoritas, tetapi mereka menggenggam porsi saham yang cukup untuk mampu mengendalikan manajemen perusahaan.

Dari deretan nama konglomerat tersebut, nama mendiang Eka Tjipta Widadja tercatat sebagai taipan kelapa sawit dengan kekayaan terbesar. Pada tahun 2017, Globe Asia mencatat kekayaan pemimpin Sinar Mas Group itu mencapai US$13,9 miliar setara Rp196,2 triliun.


Adapula nama Calon Wakil Presiden nomor Urut 02, Sandiaga Uno yang masuk dalam daftar 29 taipan kelapa sawit Indonesia. Mantan wakil Gubernur DKI Jakarta itu mendapatkan kekayaan lewat Provident Agro, bersama dengan pengusaha Edwin Soeryadjaya. Menurut Globe Asia, Sandiaga tercatat memiliki kekayaan sebesar US$300 juta.

Dari catatan TuK Indonesia, hanya ada dua keluarga taipan yang dipimpin oleh kaum perempuan, yaitu Lim Siew Kim dari Anglo-Eastern Plantations dan Arini Subianto dari DSN Group dan Triputra Agro Group.

"Angka tersebut adalah kekayaan mereka dari sumber yang terpublikasi. Namun, saya meyakini jumlah kekayaan yang sesungguhnya amungkin jauh lebih besar," imbuhnya.


TuK Indonesia menyebut luasan lahan milik 25 grup bisnis taipan adalah 5,8 juta ha. Rinciannya, 3,4 juta ha tertanam kelapa sawit dan 2,4 juta ha belum tertanam.

Sementara itu, total area yang ditanami kelapa sawit di Indonesia seluas 12,3 juta ha pada 2017, jumlah ini meningkat sebesar 82 persen dalam sepuluh tahun terakhir dari 6,8 juta ha pada 2007. Itu berarti, 25 perusahaan milik 29 taipan tersebut menguasai 28 persen dari total area yang ditanami kelapa sawit di Indonesai tahun 2017. (ulf/lav)