"Misalnya Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), dan lainnya. Itu pakai APBN, namun desainnya nanti akan dibahas mengenai kartu sembako yang merupakan konsolidasi program PKH, Rastra, dan lainnya," ucap Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/2).
Lantaran program tersebut merupakan janji Presiden Jokowi bila terpilih kembali menjadi kepala negara untuk periode lima tahun ke depan, maka program itu baru akan dianggarkan pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi modelnya seperti apa, nanti kami carikan. Saat ini masih dalam proses perumusan, dalam waktu dekat kami umumkan," jelasnya kepada CNNIndonesia.com.
Kartu ini diterbitkan agar penurunan tingkat kemiskinan bisa kembali diwujudkan bila ia kembali memimpin Indonesia. Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin sebanyak 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari populasi masyarakat Indonesia. Sementara per September 2018, jumlah penduduk miskin menyusut menjadi 25,67 juta orang atau 9,66 persen dari populasi masyarakat.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan angka kemiskinan berada di kisaran 9 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran penanganan kemiskinan mencapai Rp97,9 triliun.
Anggaran itu akan digunakan untuk program bidik misi, bantuan pangan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga kurang mampu, KIP, dan PKH. (uli/lav)