ESDM Kirim Tiga Irjen Periksa Tambang Emas Longsor di Sulut

CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 00:26 WIB
ESDM Kirim Tiga Irjen Periksa Tambang Emas Longsor di Sulut Sejumlah anggota tim SAR mengevakuasi salah seorang korban tambang emas yang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (26/2). (ANTARA FOTO/Handout/Humas Basarnas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengutus tiga inspektur tambang untuk menginspeksi longsor dan membantu proses evakuasi korban longsor di pertambangan emas tak berizin di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Selain itu, mereka juga telah mengirimkan surat ke Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah untuk menertibkan pertambangan ilegal di daerah tersebut. 

"Kami sudah berkirim surat atas nama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara agar masalah ilegal tambang cepat diselesaikan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (27/2).


Agung menegaskan permasalahan tambang ilegal yang terjadi di Sulawesi Utara tersebut murni masalah hukum. Kementerian ESDM hanya bisa membina dan melakukan pengawasan bagi pertambangan legal.


Dan untuk tambang ilegal, Agung menjelaskan bahwa Kementerian ESDM sebenarnya selalu berkoordinasi dengan para penegak hukum. Bahkan koordinasi sudah dilakukan jauh hari sebelum kasus longsornya pertambangan emas tak berizin di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada Selasa (26/2) malam.

Sebagai informasi, pertambangan emas ilegal di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara longsor pada Selasa (26/2) malam. Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut sebanyak 60 orang diperkirakan terjebak di lubang tambang yang longsor.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bolang Mongondow Abdul Muin Paputungan menyebutkan hingga pukul 14.30 WIB hari ini, korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 18 orang. Namun dari 18 korban, empat orang dinyatakan meninggal dunia.

(sfr/agt)