Cegah Macet, MRT Sediakan Lahan Antar Jemput bagi 'Ojol'

CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 16:17 WIB
Cegah Macet, MRT Sediakan Lahan Antar Jemput bagi 'Ojol' Ilustrasi MRT. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MRT Jakarta menyatakan telah menyiapkan lahan khusus untuk pick up (menjemput) dan drop off (mengantar) masyarakat pengguna MRT yang hendak melanjutkan perjalanan dengan ojek online (ojol). Lahan itu disediakan di tiap stasiun untuk rute Bunderan Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvy Halim menjelaskan stasiun itu nantinya berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Haji Nawi, Blok M, dan ASEAN. Luasan masing-masing lahan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi di stasiun.

"Kalau untuk jarak titik naik dan turun ojek online rata-rata 150 meter dari pintu masuk stasiun," papar Silvy, Kamis (28/2).


Dalam menetapkan lokasi pick up dan drop off, MRT Jakarta juga melakukan koordinasi dengan masing-masing operator ojek online seperti Gojek dan Grab. Koordinasi dilakukan agar pihak ojek online yang mendapatkan pesanan atau harus mengantar ke stasiun MRT bisa kooperatif dengan layanan yang diberikan tersebut.


"Jadi kami kerja sama dengan operator untuk menetapkan lokasi drop off, lalu mereka menunggu juga seperti apa. Ini demi ketertiban," terang Silvy.

Dalam jangka panjang, manajemen MRT Jakarta berencana untuk membangun halte agar masyarakat yang menunggu ojek online lebih nyaman. Begitu juga dengan masyarakat yang diantar oleh ojek online, titik untuk turun akan dibuat lebih baik.

"Pembangunan halte nanti pada kuartal III 2019," terang Silvy.

Untuk diketahui, manajemen MRT Jakarta menargetkan operasional komersial bisa dilakukan pada akhir Maret 2019 mendatang. Namun, hingga detik ini belum juga ditentukan kapan tepatnya operasi komersial tersebut. MRT masih menunggu izin operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga belum menentukan besaran subsidi tiket yang akan diberikan untuk penumpang MRT. Padahal, pihak MRT Jakarta beberapa waktu lalu sudah mengusulkan harga tiket setelah disubsidi berada dalam rentang Rp8 ribu-Rp10 ribu.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)