China Sebut Perundingan Dagang dengan AS Pelik

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 16:02 WIB
China Sebut Perundingan Dagang dengan AS Pelik Ilustrasi. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan China Zhong Shan Selasa ini menyatakan perundingan damai perang dagang yang dilakukan negaranya dengan Amerika Serikat (AS) cukup pelik dan sulit.

Tapi, ia menyatakan tim perunding dari dua negara terus melanjutkan negosiasi.

Zhong mengatakan sampai saat ini perundingan dagang telah menghasilkan penyelesaian dalam beberapa permasalahan yang mengemuka. Ia mengatakan jika AS, China dan ekonomi global akan mendapatkan manfaat besar jika dua negara tersebut berhasil mencapai kesepakatan damai perang dagang.


Pernyataan tersebut, ia sampaikan di sela-sela pertemuan parlemen China. "Banyak masalah yang perlu dikonsultasikan. Masalahnya cukup besar. Itulah kenapa tim perundingan kerja keras siang dan malam demi menyelesaikan pembahasan tersebut," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/3).


Sumber yang tahu dengan jalannya perundingan mengatakan masalah sulit yang mengganjal tersebut salah satunya berkaitan dengan internal China dan AS sendiri. Internal masing-masing negara justru masih beranggapan dan khawatir bahwa materi yang disetujui dalam perundingan justru menguntungkan pihak lain. 

Ketua Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China Guo Shuqing mengatakan meskipun sulit ternyata pembicaraan AS dengan China sudah mencapai kesepakatan di sektor keuangan. Kesepakatan yang dicapai, China dapat 'benar-benar' membuka sektor keuangannya untuk AS.

Guo mengatakan kedua negara telah bahu membahu menyelesaikan masalah perdagangan yang telah mengguncang pasar keuangan dan mengganggu rantai pasokan dunia dan mengganjal pertumbuhan global. Sayang, Guo tidak menjelaskan secara rinci tentang hasil perundingan yang dimaksudnya tersebut. 

"Pada pembukaan sektor keuangan, China dan Amerika Serikat benar-benar dapat mencapai kesepakatan. Meskipun saat ini mungkin ada beberapa perbedaan kecil, masalahnya tidak terlalu bagus," kata Guo.

(Reuters/agt)