Naik Kelas Jadi Decacorn, Grab Belum Lirik Opsi Lepas Saham

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 17:34 WIB
Naik Kelas Jadi Decacorn, Grab Belum Lirik Opsi Lepas Saham Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Grab mengaku belum berencana menawarkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat, meski kapasitas perusahaan sudah berada di level startup decacorn.

Sebagai informasi, Grab telah menyatakan 'naik kelas' menjadi startup dengan status decacorn pertama di Asia Tenggara pada Februari lalu. Decacorn merupakan perusahaan dengan valuasi lebih dari US$10 miliar.

Pendiri dan CEO Grab Anthony Tan mengatakan perusahaan masih akan mencari peluang kerja sama dengan investor strategis untuk mengembangkan bisnis. Kendati demikian, Anthony mengatakan IPO adalah salah satu pilihan pendanaan yang perlu dipertimbangkan.


"Kami akan terus mengeksplorasi lebih banyak mitra strategis yang ingin berinvestasi di Grab, jadi dalam waktu dekat kami belum melihat kebutuhan untuk IPO," kata Anthony, Rabu (6/3).

Anthony mengungkapkan Grab berhasil mengumpulkan pendanaan lebih dari US$4,5 miliar setara Rp63,65 triliun. Beberapa investor yang tercatat sebagai mitra strategis Grab antara antara lain, Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, Yamaha Motor, dan Softbank Vision Fund. Seluruh investor tersebut masuk melalui pendanaan seri H.

Anthony menyatakan investor-investor tersebut telah melakukan studi mendalam terkait bisnis Grab di Indonesia dibandingkan dengan pasar di negara lain. Besarnya investasi mereka di Indonesia, lanjutnya, menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi bisnis Grab ke depannya.

"Investasi senilai lebih dari dari US$4,5 miliar ini merupakan bukti kepercayaan diri mereka, setelah memeriksa bisnis kami, lalu mereka memutuskan untuk terus berinvestasi. Hal ini juga menarik lebih banyak minat investor untuk datang," katanya.

Anthony pun mengakui belum menutup peluang pendanaan seri H, lantaran masih banyak investor yang berminat untuk investasi pada Grab.

Terbaru, Grab Holdings Inc (Grab) mendapatkan suntikan dana dari Softbank Vision Fund sebesar US$1,46 miliar atau setara Rp20,65 triliun (kurs Rp14.145 per dolar AS) lewat pendanaan seri H. Dengan tambahan dana itu, maka Grab telah menerima total pendanaan seri H senilai lebih dari US$4,5 miliar setara Rp63,65 triliun.

Akhir tahun lalu, Grab dikabarkan baru saja mengantongi pendanaan US$3 miliar, sehingga total valuasi (nilai perusahaan) Grab mencapai lebih dari US$11 miliar. Dengan tambahan suntikan dana dari Softbank ini maka valuasi Grab ditaksir menjadi sekitar US$12 miliar.

Namun demikian, Anthony enggan membeberkan besarnya valuasi Grab setelah tambahan dana Softbank tersebut.

"Kami tidak berbicara spesifik tentang valuasi, tetapi investasi ini merupakan bukti atas kepercayaan investor kepada bisnis Grab," tukas Anthony.

(ulf/lav)