Sebagai informasi, Grab telah menyatakan 'naik kelas' menjadi startup dengan status decacorn pertama di Asia Tenggara pada Februari lalu. Decacorn merupakan perusahaan dengan valuasi lebih dari US$10 miliar.
Pendiri dan CEO Grab Anthony Tan mengatakan perusahaan masih akan mencari peluang kerja sama dengan investor strategis untuk mengembangkan bisnis. Kendati demikian, Anthony mengatakan IPO adalah salah satu pilihan pendanaan yang perlu dipertimbangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi senilai lebih dari dari US$4,5 miliar ini merupakan bukti kepercayaan diri mereka, setelah memeriksa bisnis kami, lalu mereka memutuskan untuk terus berinvestasi. Hal ini juga menarik lebih banyak minat investor untuk datang," katanya.
Anthony pun mengakui belum menutup peluang pendanaan seri H, lantaran masih banyak investor yang berminat untuk investasi pada Grab.
Akhir tahun lalu, Grab dikabarkan baru saja mengantongi pendanaan US$3 miliar, sehingga total valuasi (nilai perusahaan) Grab mencapai lebih dari US$11 miliar. Dengan tambahan suntikan dana dari Softbank ini maka valuasi Grab ditaksir menjadi sekitar US$12 miliar.
Namun demikian, Anthony enggan membeberkan besarnya valuasi Grab setelah tambahan dana Softbank tersebut.
"Kami tidak berbicara spesifik tentang valuasi, tetapi investasi ini merupakan bukti atas kepercayaan investor kepada bisnis Grab," tukas Anthony.
Lihat juga:Delapan BUMN 'Patungan' Modali LinkAja |