"Saya jamin, harga beras nggak naik karena panen kedua. Sudah beberapa tahun terakhir, harga beras saat lebaran tidak pernah naik karena pas panen," imbuh dia, Rabu (6/3).
Saat ini, ia mengungkap harga beras medium di Cipinang berada di kisaran Rp8.800 hingga Rp8.900 per kilogram (Kg). Sampai di tingkat pengecer, harganya mencapai Rp9.300 sampai Rp9.400 atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah, yakni Rp9.450 per Kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga Pangan Mulai 'Menggigit' |
"Kan ada ongkos transport Rp100, tambah lagi keuntungan margin Rp150 sampai Rp200 per Kg," ujarnya.
Di Indonesia, harga beras baru akan naik pada November, Desember, Januari, hingga Februari. Di bulan-bulan lainnya, pasokan relatif aman karena petani panen. Bulan ini, petani sudah memasuki panen raya.
Namun demikian, pelaku usaha, lanjut Nelly, membutuhkan peran Bulog untuk menstabilkan harga. Di saat pasokan melimpah dan harga rendah, Bulog akan membuka gudang dan melakukan pengadaan. Sebaliknya, di saat pasokan sedikit dan harga menanjak, Bulog akan melakukan operasi pasar.
"Konsepnya kan kalau harga terlalu tinggi kasihan konsumen, (harga) terlalu rendah kasihan produsen," terang dia.
Bulog mengaku siap turun tangan untuk menstabilisasi harga beras. "Stabilisasinya dengan program kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras," terang Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (6/3).
Tri mengungkapkan harga beras relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, kenaikannya hanya di bawah 1 persen.
Untuk menjamin kestabilan harga beras Bulog siap melakukan operasi pasar. Sejak awal tahun jumlah beras yang digelontorkan untuk operasi pasar mencapai 180 ribu ton.
Saat ini, stok Bulog ada di kisaran 1,8 juta ton dan masih akan melakukan penyerapan. Karenanya, Tri menjamin memiliki stok cukup untuk melakukan operasi pasar.
"Kami ditugasi oleh Kementerian Perdagangan untuk melakukan Operasi Pasar 13 ribu sampai 14 ribu ton per hari. Realisasinya hanya 2 ribu sampai 3 ribu ton per hari. Kan sudah mulai panen di daerah-daerah," jelasnya. (sfr/bir)