Sejak perdagangan awal pekan ini berlangsung, saham Boeing memang langsung anjlok sampai 10 persen. Ambruknya saham yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) terjadi usai salah satu pesawat hasil produksi perusahaan jenis 737 Max 8 tujuan Nairobi jatuh setelah lepas landas dari Addis Ababa pada Minggu (10/3) kemarin.
Pesawat milik Ethiopian Airlines mengangkut sekitar 157 penumpang yang berasal dari 32 negara. Pihak maskapai telah memastikan tak ada penumpang maupun awak pesawat yang selamat dalam insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai Ethiopian Airlines pun mengikuti langkah China untuk menghentikan sementara seluruh armada Boeing seri 737 Max 8 yang dimiliki perusahaan. Tak berselang lama, Kementerian Perhubungan mengeluarkan larangan penggunaan Boeing 737 Max 8 untuk seluruh maskapai di Indonesia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan pihaknya akan melakukan inspeksi terhadap Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Lion Air dan Garuda Indonesia. Larangan ini bersifat sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
"Salah satu langkah yang dilakukan agar keselamatan penerbangan bisa dijamin adalah dengan melakukan inspeksi dengan cara melarang terbang sementara untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang," papar Polana.
Bila dalam inspeksi ditemukan masalah di pesawat tersebut, maka pesawat akan dilarang terbang sampai armada layak 100 persen digunakan oleh inspektur penerbangan. Polana menyebut kebijakan ini sudah disetujui oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan akan memulai inspeksi hari ini, Selasa (12/3). (aud/lav)