Boeing Berkeras Seri 737-8 MAX Aman Dioperasikan

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 14:35 WIB
Boeing Berkeras Seri 737-8 MAX Aman Dioperasikan Ilustrasi Boeing 737-8 MAX. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Lima negara dan beberapa maskapai komersial memutuskan mengistirahatkan sementara armada 737-8 MAX mereka, menyusul dua kecelakaan maut melibatkan burung besi itu di Ethiopia dan Indonesia yang menewaskan seluruh penumpang dan awaknya. Namun, perusahaan pembuat pesawat Boeing asal Amerika Serikat berkeras tipe pesawat itu aman dan lolos uji keselamatan yang ditetapkan oleh badan penerbangan negara itu.

"Kami sangat percaya diri akan keamanan dan 737 MAX dan atas usaha para pegawai yang merancang dan membangunnya," kata CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam surel yang ditujukan kepada para karyawan, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/3).

Boeing meluncurkan 737-8 MAX sebagai pemutakhiran seri 737 yang sudah bertahan selama 50 tahun. Pesawat itu diklaim mempunyai mesin yang lebih irit dalam konsumsi bahan bakar, dan menjadi salah satu produk terlaris mereka. Tipe itu mempunyai pesaing berat, yakni A320neo buatan pabrikan pesawat asal Prancis, Airbus.


Menurut Muilenburg, sejak diluncurkan mereka sudah membuat 370 pesawat tipe 737 MAX kepada 47 pengguna. Namun, dia mengakui dua kecelakaan maut yang terjadi pada tipe itu menjadi tantangan tersendiri.


"Sejak mendapat sertifikasi dan mulai digunakan, seri MAX sudah menempuh ratusan ribu penerbangan dengan aman," ujar Muilenburg.

Muilenburg menyatakan Boeing akan tetap mendukung proses penyelidikan dengan memberikan bantuan teknis sesuai arahan Dewan Keamanan Transportasi AS dan pemerintah Ethiopia.

Di sisi lain, Muilenburg menyatakan Boeing tetap mendukung tim perancang dan pembuat 737 MAX, dan menjanjikan proses perakitan dan layanan pelanggan tetap berlangsung. Dia meminta seluruh karyawan tetap berpijak pada fakta dan menghindari berbagai dugaan selagi penyelidikan masih berlangsung.

[Gambas:Video CNN]

"Spekulasi tentang penyebab kejadian atau membahasnya tanpa fakta yang tidak utuh tidak tepat dan bisa mempengaruhi integritas penyelidikan," kata Muilenburg.

Kecelakaan maut pertama seri 737-8 MAX terjadi pada 29 Oktober 2018. Saat itu, pesawat yang dioperasikan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 jatuh di perairan Tanjung, Karawang, menewaskan seluruh penumpang dan awak.

Sedangkan kecelakaan kedua terjadi pada 10 Maret 2019. Insiden itu terjadi saat pesawat yang dioperasikan Ethiopian Airlines bernomor penerbangan ET302 dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, jatuh sekitar pukul 08.44 waktu setempat.


Penyebab kedua kecelakaan pesawat itu masih diselidiki melalui data perangkat perekam data penerbangan dan percakapan kokpit. (ayp/ayp)