Wujudkan Pasar Rakyat Online, Mendag Bakal Gandeng Start Up

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 18:53 WIB
Wujudkan Pasar Rakyat Online, Mendag Bakal Gandeng Start Up Kementerian Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana menggandeng perusahaan rintisan (start up) untuk membangun ekosistem pasar rakyat via daring (online). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan berencana menggandeng perusahaan rintisan (start up) untuk membangun ekosistem pasar rakyat via daring (online). Ide tersebut sebagai tanggapan atas keluhan pedagang terkait maraknya perdagangan online.

"Kami segera akan bicara dengan iDEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) dan teman start up di daerahnya untuk bisa kembangkan ini (pasar rakyat online), sehingga mereka juga bisa akses kepada konsumen baru," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Selasa (12/3).

Enggar menuturkan dua langkah yang bakal dilakukan Kemendag untuk merealisasikan target pasar rakyat online tersebut ialah mengembangkan aplikasi dan melatih Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi pengelola pasar rakyat.


Terkait aplikasi, lanjutnya, ada sebuah aplikasi pasar rakyat online yang dicetuskan oleh Walikota Pontianak. Lewat aplikasi tersebut masyarakat bisa mengakses data harga pangan dari pasar di wilayah Pontianak setiap hari. Dengan demikian, masyarakat bisa membandingkan harga bahan pangan di setiap pasar.


Rencananya, aplikasi tersebut akan dikembangkan lewat start up, baik lokal maupun nasional.

"Keuntungannya adalah masyarakat bisa memilih mau belanja di pasar dan toko yang termurah. Di sini membuat persaingan sehat antar pedagang. Jadi ini bisa kami kembangkan dan kami akan sampaikan kepada seluruh kepala daerah," jelasnya.

Dari sisi SDM pengelola pasar, Enggar bilang Kementerian Perdagangan berencana memasukkan materi pasar rakyat online dalam program sosialisasi yang akan disampaikan kepada pengelola pasar. Materi yang dimaksud terkait manajemen dan pengelolaan pasar rakyat.

Ia meyakini ekosistem pasar rakyat online ini bisa diimplementasikan tahun ini. Toh, selama ini sistem jual beli antara pedagang dan pembeli telah berkembang. Tak hanya lewat tatap muka di pasar, beberapa pembeli bisa menghubungi pedagang lewat pesan Whatss App ketika hendak berbelanja.


Menurut dia, pengembangan pasar rakyat online ini mendesak untuk direalisasikan, mengingat perkembangan perdagangan digital yang makin masif.

"(Implementasi) segera, tahun ini segera," tegasnya.

Revitalisasi Pasar Rakyat

Selain pengembangan pasar rakyat online, pemerintah juga menargetkan pembangunan dan revitalisasi fisik pasar rakyat. Sepanjang tahun 2014-2019 pemerintah menargetkan bisa membangun dan merevitalisasi 5.248 pasar rakyat.

Enggar mengungkapkan pemerintah telah membangun dan merevitalisasi 4.211 pasar rakyat hingga 2018. Itu berarti, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk membangun dan merevitalisasi 1.037 pasar rakyat.


"Kami akan berkerja terus menuntaskan sisa 1.037 unit pasar hingga tahun 2019. Bukan hanya pembangunan fisik tetapi kami juga memberi pelatihan manajemen. Kami harap akhir 2019 sudah terbangun 5.248 pasar rakyat," kata Enggar.

Enggar mengklaim dengan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat tersebut bisa meningkat omzet penjualan pedagang pasar rata-rata 20 persen per tahun.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)