Antusias, Warga Bekasi dan Pulo Gebang pun Ikut Jajal MRT

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 20:31 WIB
Antusias, Warga Bekasi dan Pulo Gebang pun Ikut Jajal MRT Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak pukul 07.00 WIB, Arni Rosalia (55), warga Pulo Gebang, Jakarta Timur sudah bersiap untuk keluar rumah. Persiapannya pagi ini, bukan semata-mata untuk berangkat kerja ke kantor.

Sehari-hari ia hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Namun, ada yang berbeda pagi ini.

Arni rupanya kilat bersiap demi menjajal Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta yang resmi memulai uji coba publik perdana pada Selasa (12/3) ini. 
"Saya berangkat dengan anak laki-laki saya. Pagi-pagi berangkat dari Pulo Gebang ke Stasiun MRT Lebak Bulus," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.


Sekitar pukul 11.00 WIB, Arni sudah tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus dengan sepeda motor pribadi dari rumah. Usai menukar hasil pemesanan tiket perjalanan dengan akses pintu masuk stasiun, ia kemudian dengan lincah menelusuri setiap sudut stasiun.


"Tadi sempat lihat toiletnya, bersih, nyaman. Desain stasiunnya juga bagus, modern, walau belum lengkap semua," ujarnya.

Tak lama berselang, terdengar pengumuman jadwal keberangkatan kereta menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia. Arni kemudian sigap menuju ke lantai dua stasiun, tempat kereta terparkir sebelum memberangkatkan para penumpangnya.

Setibanya di lantai dua stasiun, pintu kereta rupanya sudah terbuka. Beberapa penumpang lain juga sudah duduk di kursi yang tersedia. Arni pun melangkah ke dalam kereta.

[Gambas:Video CNN]

"Begitu menginjakkan kaki di dalam kereta, rasanya cukup terkesima. Sesuai sih dengan ekspektasi. Lega, bersih, semuanya masih baru, nyaman, AC-nya cukup sejuk," katanya.

Sekitar semenit kemudian, pintu kereta pun tertutup. Perlahan kereta mulai melaju meninggalkan Stasiun MRT Lebak Bulus, yang merupakan stasiun terbesar dalam rangkaian sistem moda transportasi yang menelan investasi hingga Rp16 triliun itu.

Dua menit berlalu, kereta sampai di Stasiun MRT Fatmawati. Pintu kereta kemudian terbuka dengan durasi sekitar 35 detik untuk naik turun penumpang. Setelah itu, pintu kembali tertutup dan beberapa detik kemudian langsung melaju ke stasiun berikutnya.

"Ini pengalaman pertama saya naik kereta layang. Menarik juga melihat pemandangan dari atas sini," ungkapnya.


Tak sampai 15 menit, kereta MRT yang ditumpangi Arni meninggalkan landasan layang menuju terowongan bawah tanah. Tepatnya, ketika kereta meninggalkan Stasiun MRT Sisingamangaraja menuju Stasiun MRT Senayan.

"Di sini mulai tidak ada sinyal di handphone saya. Katanya, provider tertentu tidak dapat sinyal memang kalau sedang di bawah tanah," tuturnya.

Sekitar dua puluh delapan menit berlalu, Arni pun tiba di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. Begitu sampai dan pintu kereta terbuka, ia pun bergegas keluar, melangkah ke dalam stasiun.

"Ternyata benar-benar tepat waktu, setengah jam saja, bahkan kurang beberapa detik ya. Nyaman sekali, cepat juga. Pengalamannya menarik, semoga nanti ada juga dari dekat rumah saya," katanya.


Seperti halnya Arni, Nadya (22) juga sengaja berangkat pagi dari rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat untuk mencoba MRT Jakarta. Ia berangkat dari Bekasi menggunakan Transjakarta menuju Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia.

"Kebetulan hari ini tidak ada kelas di perkuliahan, jadi mau coba MRT. Setelah coba memang tepat waktu dan nyaman," ungkapnya.

Sayangnya, kata Nadya, beberapa fasilitas belum benar-benar berfungsi, misalnya mesin tiket perjalanan. Lalu, toko (merchant) yang kabarnya akan berjualan di stasiun juga belum beroperasi. "Dengar-dengar ada Starbucks dan toko lain, tapi belum buka. Jadi belum bisa menikmati perjalanan lengkap, belum coba jajan di stasiun kan," tutupnya sembari terkekeh.

(agt)


FOKUS

Uji Coba MRT