Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Tri Wahyudi Saleh menuturkan rata-rata per hari Perum Bulog menggelontorkan 2.000 - 3.000 ton beras ke seluruh Indonesia.
"Diharapkan target operasi pasar CBP sebesar 15 ribu ton per hari dapat dicapai saat musim paceklik yang diperkirakan harga beras akan tinggi," katanya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjutnya, ketersediaan beras Perum Bulog secara nasional tercatat lebih dari 1,89 juta ton. Cadangan beras itu siap disalurkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk stabilisasi harga.
"Ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari pemerintah daerah, dinas terkait, aparat terkait dan para pelaku pasar," imbuhnya.
Kementerian Perdagangan telah menugaskan Perum Bulog untuk melanjutkan Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui surat Menteri Perdagangan tanggal 2 Januari 2019. Sementara itu, ketentuan harga beras di gudang untuk wilayah 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali sebesar Rp8.100 per kilogram (kg).
Lalu, wilayah 2 meliputi Sumatera kecuali Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp8.600 per kg, dan wilayah 3 meliputi Maluku dan Papua sebesar Rp8.900 per kg dengan harga jual maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) masing-masing wilayah.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)