Dua Bulan Pertama 2019, Premium Baru Tersalur 16 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 06:00 WIB
Dua Bulan Pertama 2019, Premium Baru Tersalur 16 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat realisasi penyaluran Premium selama dua bulan pertama tahun ini (Januari-Februari 2019) baru mencapai 1,84 juta kiloliter (kl) atau 16,75 persen dari total kuota.

"Secara nasional realisasi volume pengaliran JBKP Premium sebesar 16,75 persen dari kuota sebesar 11 juta kiloliter (kl)," ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dalam paparan saat menghadiri rapat di Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (18/3).

Jika dirinci, realisasi penyaluran Premium di wilayah Jawa-Madura-Baru (Jamali) baru mencapai 0,77 juta kl atau 17,3 persen dari alokasi 4,45 juta kl. Sedangkan untuk wilayah di luar Jamali, realisasinya baru mencapai 1,07 juta kl atau berkisar 16,3 persen dari target 6,55 juta kl.

Fanshurullah mengungkapkan penyaluran Premium cenderung lebih rendah dari target alokasi setiap tahunnya. Ia menduga penyebabnya adalah permintaan masyarakat mulai beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.


Tahun lalu, BPH Migas mencatat realisasi penyaluran Premium hanya mencapai 9,27 juta kl atau 78,61 persen dari alokasi 11,8 juta kl.

Secara rinci disebutkan, untuk di wilayah Jamali sebesar 2,78 juta kl atau 64,63 persen dari target. Sementara, di luar Jamali realisasinya 6,5 juta kl atau 86,6 persen dari target.

"Untuk (penyaluran Premium) Jamali, tahun lalu kan baru dimulai April," ujarnya.


Fanshurullah menegaskan pemerintah menjamin ketersediaan Premium bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Karenanya, BPH Migas terus mengawasi penyalurannya.

Berdasarkan pengawasan BPH Migas, di wilayah Jamali, ada 367 lembaga penyalur yang telah ditunjuk sebagai lembaga penyalur Premium namun belum menyalurkan Premium. Jumlah tersebut setara dengan 15,7 persen dari total 2.337 lembaga penyalur yang telah ditunjuk untuk tahun ini.

Hal serupa juga terjadi pada penyaluran Premium di wilayah non Jamali, di mana sekitar 10,4 persen lembaga penyalur yang telah ditunjuk belum menyalurkan Premium. Adapun total lembaga penyalur Premium di non Jamali mencapai 2.291 lembaga penyalur.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)