Mobil Tangki Dibajak, Pertamina Akui Tak Rugi Materiil

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 14:17 WIB
Mobil Tangki Dibajak, Pertamina Akui Tak Rugi Materiil Mobil Tangki Pertamina yang disandera saat aksi Awak Mobil Tangki Pertamina di depan Istana Merdeka, Senin (18/3). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kejadian pembajakan dua mobil tangki biosolar pada pukul 05.00 Senin (18/3) pagi ini tidak menimbulkan kerugian materiil yang berarti. Namun, hal itu tetap mengganggu operasional karena pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi terlambat.

"Tidak ada kerugian karena minyak langsung diantarkan ke SPBU. Minyak utuh," ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Nina Sulistyowati di Gedung DPR, Senin (18/3).

Nina mengungkapkan perusahaan baru pertama kali mengalami peristiwa pembajakan di mobil tangki. Pertamina mengaku baru bisa memberikan keterangan lebih lanjut setelah ada hasil investigasi.


"Motifnya masih belum tahu," ujar Nina.


Saat ini, perusahaan telah melaporkan kejadian naas itu kepada pihak kepolisian. Mobil tangki bernomor polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU itu telah diamankan oleh aparat kepolisian dan dibawa menuju SPBU area Tangerang.

"Setelah selesai (diamankan) mobil itu langsung diantar ke SPBU dengan pengawalan. Sopir diganti ambil dari Plumpang karena yang sebelumnya istirahat," jelasnya.

Dari sisi keamanan, setiap mobil tangki yang mengangkut minyak perseroan telah dilengkapi fitur GPS untuk mempermudah pengawasan.

"GPS biasanya untuk memastikan apakah pengiriman lancar atau terganggu di jalan," ujarnya.


Selain itu, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Kendati demikian, Nina masih belum melihat urgensi untuk menyediakan pengawalan kepolisian untuk setiap mobil tangki yang dikirimkan ke SPBU. Pasalnya, jumlah mobil tangki mencapai ribuan unit.

VP Fleet Management Pertamina Patra Niaga Mohammad Toriq mengungkapkan perusahaan mendapatkan madat dari Pertamina untuk mengangkut BBM dari Terminal BBM ke stasiun pengisian bahan bakar. Dalam melaksanakan tugasnya perusahaan menunjuk mitra ketiga Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) sebagai entitas yang melakukan pengiriman.

"Awak Mobil Tangki (AMT) itu pekerja 4P," ujarnya.

Meski bukan merupakan pekerja di bawah Pertamina, Toriq menyayangkan tindakan pembajakan yang diduga dilakukan oleh mantan pekerja di salah satu 4P yang ditunjuk. Pasalnya, tindakan tersebut mengganggu operasional dan dapat menimbulkan rasa takut dari awak mobil tangki yang bekerja.

[Gambas:Video CNN]

"(Pembajakan) ini menjadikan kita semua harus waspada," ujarnya. (sfr/lav)