Peneliti Senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Haryo Aswicahyono menilai pengembangan UMKM dan start up secara kualitas diyakini bakal ampuh mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi.
"UMKM dan start up harus diimbangi dengan kebijakan yang bisa menjadikannya naik kelas. Jadi bukan hanya melahirkan dan menciptakan," kata Haryo, Senin (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemerintah Rancang Sistem Baru Pajak UMKM |
Ia mengungkapkan struktur lapangan kerja Indonesia mayoritas dikomposisi oleh perusahaan kecil. Sedangkan perusahaan menengah dan besar jumlahnya lebih sedikit. Oleh sebab itu, tantangan dari calon pemimpin Indonesia adalah membesarkan dan mengembangkan perusahaan-perusahaan kecil tersebut sehingga lebih banyak menyerap tenaga kerja.
"Apakah kita akan menciptakan perusahaan yang kecil lagi?Jadi tantangannya adalah membesarkan perusahaan-perusahaan yang kecil ini," katanya.
"Ekspansi UMKM yang ada jarang sekali dibahas. Padahal perlindungan investasi itu penting, sekarang perlindungan terhadap investasi tidak jelas, nanti dilarang padahal mereka sudah investasi," katanya.
Lihat juga:Aksi Ambil Untung Jegal IHSG Kembali Menguat |
Untuk diketahui, cawapres nomor 01 Ma'ruf Amin berjanji jika terpilih akan berupaya menumbuhkan perusahaan rintisan digital (start up) hingga 3.500 perusahaan pada 2024 mendatang, bisa menumbuhkan 3.500. Tujuannya untuk menekan angka pengangguran di dalam negeri bisa terus ditekan.
Sedangkan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan bakal memudahkan akses Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, ia menilai UMKM adalah solusi yang terbaik dalam menciptakan lapangan kerja.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)