Dikutip dari Antara, harga saham Boeing turun 2,8 persen menjadi 369,20 dolar AS pada awal perdagangan, menjadikannya hambatan terbesar pada Dow Jones Industrial Average.
Berdasarkan data Refinitiv, saham perusahaan telah menurun sekitar 10 persen sejak kecelakaan Ethiopian Airlines pada 10 Maret yang menewaskan 157 orang, menghapus hampir US$25 miliar dari kapitalisasi pasarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seattle Times secara terpisah melaporkan bahwa analisis keselamatan Boeing terhadap sistem kontrol baru yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) memiliki kelemahan penting, termasuk daya (power) yang seringkali diabaikan.
"Boeing (akan menghadapi) jauh lebih banyak pengawasan daripada proses-proses yang telah dialami sebelumnya. Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS akan mencari hal yang berkenaan dengan bagaimana manajemen menangani proses sertifikasi," kata Richard Safran dari Buckingham Research seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/3).
Minggu (17/3), Pemerintah Ethiopia mengatakan kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines memiliki kesamaan yang jelas dengan kecelakaan Lion Air di Indonesia yang terjadi pada Oktober 2018.
Penyelidikan Departemen Transportasi AS telah memperingatkan kantor FAA untuk melindungi file komputer. "FAA akan dipanggil untuk perannya dalam proses sertifikasi dan setiap kontribusi terhadap masalah MCAS," kata Safran.
Senin lalu, Boeing mengatakan akan menempatan perangkat lunak yang telah diperbarui ke 737 MAX 8, beberapa jam setelah FAA mengatakan akan mengamanatkan perubahan desain di pesawat pada April mendatang.
[Gambas:Video CNN] (antara/lav)