Sertifikasi Pesawat Diragukan, Saham Boeing Anjlok 3 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 12:03 WIB
Sertifikasi Pesawat Diragukan, Saham Boeing Anjlok 3 Persen Ilustrasi. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga saham Boeing Co anjlok 3 persen pada akhir perdagangan di bursa saham Amerika Serikat, Senin (18/3) waktu setempat. Hal itu dipicu munculnya laporan surat kabar Negeri Paman Sam yang mempertanyakan proses sertifikasi untuk jet 737 MAX sebelum terjadi dua kecelakaan besar di Indonesia dan Ethiopia baru-baru ini.

Dikutip dari Antara, harga saham Boeing turun 2,8 persen menjadi 369,20 dolar AS pada awal perdagangan, menjadikannya hambatan terbesar pada Dow Jones Industrial Average.

Berdasarkan data Refinitiv, saham perusahaan telah menurun sekitar 10 persen sejak kecelakaan Ethiopian Airlines pada 10 Maret yang menewaskan 157 orang, menghapus hampir US$25 miliar dari kapitalisasi pasarnya.


Laporan Wall Street Journal pada Minggu (17/3) mengatakan Departemen Transportasi AS sedang menyelidiki persetujuan Badan Penerbangan Federal (FAA) terhadap pesawat tipe Boeing 737 MAX, khususnya sistem anti-stall (MCAS).


Seattle Times secara terpisah melaporkan bahwa analisis keselamatan Boeing terhadap sistem kontrol baru yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) memiliki kelemahan penting, termasuk daya (power) yang seringkali diabaikan.

Media cetak asal Negeri Paman Sam itu juga mengatakan FAA hanya mengikuti proses sertifikasi standar pada MAX daripada mengajukan pertanyaan tambahan.

"Boeing (akan menghadapi) jauh lebih banyak pengawasan daripada proses-proses yang telah dialami sebelumnya. Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS akan mencari hal yang berkenaan dengan bagaimana manajemen menangani proses sertifikasi," kata Richard Safran dari Buckingham Research seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/3).

Minggu (17/3), Pemerintah Ethiopia mengatakan kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines memiliki kesamaan yang jelas dengan kecelakaan Lion Air di Indonesia yang terjadi pada Oktober 2018.


Penyelidikan Departemen Transportasi AS telah memperingatkan kantor FAA untuk melindungi file komputer. "FAA akan dipanggil untuk perannya dalam proses sertifikasi dan setiap kontribusi terhadap masalah MCAS," kata Safran.

Senin lalu, Boeing mengatakan akan menempatan perangkat lunak yang telah diperbarui ke 737 MAX 8, beberapa jam setelah FAA mengatakan akan mengamanatkan perubahan desain di pesawat pada April mendatang.

[Gambas:Video CNN] (Antara/lav)