Berdasarkan keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menyebutkan jumlah dana diserap lebih tinggi dari target indikatif yang sebesar Rp8 triliun.
Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS20092019 mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,39 persen. Penawaran masuk untuk seri sukuk yang jatuh tempo pada 20 September 2019 ini sebesar Rp7,6 triliun dengan rentang imbal hasil yang masuk 6,37 persen - 7,12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seri PBS019, jumlah dimenangkan sebesar Rp180 miliar dengan imbal hasil 7,37 persen dan tingkat imbalan 8,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini mencapai Rp2,04 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,34 persen - 7,62 persen.
Khusus seri PBS022, jumlah dimenangkan mencapai Rp30 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,3 persen dan tingkat imbalan 8,62 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 April 2034 ini mencapai Rp2,08 triliun dengan rentang imbal hasil 8,25 persen - 8,71 persen.
Seri PBS015 dimenangkan sebesar Rp1,32 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,82 persen dan tingkat imbalan 8,00 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2047 ini mencapai Rp2,47 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,75 persen dan tertinggi 9,28 persen.
Pada lelang sukuk sebelumnya, 5 Maret 2019, pemerintah memperoleh penawaran sukuk dari masyarakat sebesar Rp23,1 triliun. Saat itu, Kementerian Keuangan hanya menyerap dana sebesar Rp8,9 triliun dari masyarakat.
[Gambas:Video CNN] (lav/bir)