Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.171 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.223 per dolar AS. Adapun, rupiah hari ini diperdagangkan di kisaran Rp14.162 per dolar AS hingga Rp14.178 per dolar AS.
Selain rupiah, hanya sedikit mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS pada sore hari ini. Yakni, Rupee India yang menguat 0,11 persen dan won Korea Selatan menguat 0,07 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia terpantau tak bergeming terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Menguat Tipis 0,9 Persen Jadi 6.470 |
Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi. Poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, euro melemah 0,03 persen, sementara dolar Australia menguat 0,21 persen.
Presiden The Fed Boston Eric Rosengren memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh melambat dalam tiga kuartal ke depan dan berada di kisaran 2 hingga 2,5 persen. Perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang AS seperti China dan Uni Eropa akan berpengaruh terhadap kinerja ekonomi Paman Sam.
Oleh karenanya, masih ada sinyal dari AS bahwa bank sentral AS The Fed menahan suku bunganya.
Tak hanya itu, pelaku pasar juga mengantisipasi dialog dagang antara AS dan China yang berlangsung di Beijing pada pekan ini. Adapun, pertemuan itu akan dihadiri Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer bersama Wakil Perdana Menteri China Liu He.
Tentu saja, pertemuan ini membawa angin segar bagi investor untuk kembali menanamkan modalnya di aset berisiko lantaran sinyal damai perang dagang semakin kencang. "Ada harapan Washington dan Beijing bisa meneken kesepakatan damai dagang dalam waktu dekat, setidaknya pada tengah tahun," papar Ibrahim, Selasa (26/3).
Lihat juga:Tarif MRT Ditetapkan Rp 8.500 Per 10 KM |