Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan selain melepas saham di lantai bursa, pihak Kementerian BUMN memiliki opsi lain bagi anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tersebut.
"Kemungkinan-kemungkinannya apakah dikonsolidasi ke Pertamina atau mau dijual ke Pertamina atau di-IPO-kan nanti usulan-usulannya," ujarnya di Hotel JW Marriot, Selasa (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih jauh kajiannya tetapi semua akan dikoordinasikan dengan Pertamina," tuturnya.
Dalam tahap awal pembentukan holding BUMN migas, pemerintah telah menyerahkan saham PGN sebanyak 13,8 juta lembar saham seri B kepada Pertamina. Selanjutnya, PGN mengambil alih saham PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan anak usaha Pertamina senilai Rp20,18 triliun.
Tujuan penggabungan PGN dan Pertagas adalah untuk efisiensi bisnis gas. Setelah proses integrasi selesai, Pertamina sebagai holding BUMN Migas akan mengarahkan PGN selaku subholding gas untuk mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)