Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan emiten yang merilis laporan keuangan sepanjang 2018 baru 25 persen dari total perusahaan yang mencapai 558 di BEI. Dengan kata lain, masih ada 418 emiten yang belum merilis kinerjanya.
"Jadi angka tadi hanya untuk emiten yang sudah melaporkan sampai 29 Maret 2019 ya, bulan ini terakhir sampai 31 Maret 2019," ungkap Nyoman, Jumat (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyoman merinci total aset 140 emiten itu lebih tinggi 9 persen menjadi Rp7.416 triliun dari Rp6.793 triliun. Sementara, ekuitasnya terkerek 8 persen dari Rp1.821 triliun menjadi Rp1.974 triliun.
"Lalu kalau untuk agrikultur turun 61 persen. Itu karena harga minyak sawit turun 15 persen sepanjang 2018," ucap dia.
Penurunan laba bersih juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 33 persen dan industri dasar 8 persen. Sisanya, seperti sektor properti, barang dan konsumsi, keuangan, dan properti diklaim stabil.
Lihat juga:Program Buka Rekening Efek Elektronik OJK |
"Stabil ini maksudnya tidak mengalami perubahan signifikan lah," pungkasnya. (aud/lav)