Kepala Perwakilan Kantor JICA Indonesia Shinichi Yamanaka mengatakan hal ini terjadi lantaran tahap FS baru dimulai pada Juni 2019. Sementara tahap FS proyek sepanjang 720 kilometer ini membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu sampai satu setengah tahun.
"FS baru akan dimulai Juni tahun ini. Kira-kira satu sampai satu setengah tahun (selesai). Nanti baru akan dipertimbangkan setelah keluar hasil FS-nya," ujarnya usai menghadiri rapat persiapan kerangka implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) antara JICA dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kamis (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari pemerintah, pembangunan proyek tahap satu yang menghubungkan lintasan Jakarta-Surabaya inginnya bisa dilakukan mulai 2021 sehingga bisa selesai pada 2028 mendatang. Selanjutnya, pembangunan diteruskan untuk tahap kedua dengan lintasan Surabaya-Banyuwangi pada 2028-2030 dan tahap ketiga lintasan Jakarta-Merak pada 2028-2030.
Di sisi lain, terkait nilai anggaran, JICA juga belum bisa memberi kepastian apakah proyek itu tetap membutuhkan pendanaan dengan nominal mencapai Rp60 triliun atau tidak. "(kepastian anggaran) nanti baru kami akan lihat lagi dari hasil FS," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/agt)