Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,09 persen, won Korea Selatan 0,04 persen, dan peso Filipina melemah 0,17 persen. Sementara, nilai tukar dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia stagnan terhadap dolar AS. Kemudian, baht Thailand malah menguat 0,1 persen.
Namun, mata uang di negara maju cenderung menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Australia masing-masing menguat 0,01 persen, sedangkan euro menguat 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan terbaru, Wakil Perdana Menteri China Liu He bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington DC Kamis (4/4) waktu setempat dan keduanya berkomitmen untuk menyelesaikan negosiasi secepat mungkin. Menurutnya, sentimen ini cukup berpengaruh bagi pergerakan mata uang negara-negara berkembang belakangan ini.
Ramalan ini juga bikin investor semakin yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia. Meski, ada kemungkinan penguatan rupiah hari ini terbatas karena pelaku pasar menunggu rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll) pada hari ini.
Jika hasilnya membaik, maka ini akan menjadi sentimen yang memperkuat dolar AS. Pada akhirnya, rupiah jadi melemah.
"Untuk hari ini makanya rentang pelemahan bisa agak melebar ke Rp14.260 per dolar AS. Karena menjelang rilis data NFP, hasilnya bisa saja mengejutkan," terang Nafan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/4).
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)