Luhut Minta Masyarakat Sabar Tunggu Harga Tiket Pesawat Turun

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 11:12 WIB
Luhut Minta Masyarakat Sabar Tunggu Harga Tiket Pesawat Turun Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan meminta masyarakat sabar menanti harga tiket pesawat turun karena memerlukan waktu. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat sabar menanti tarif penerbangan turun. Pasalnya, dampak kebijakan pemerintah terhadap penurunan harga tiket penerbangan memerlukan waktu.

"Nanti akan kejadian (turun), sabar. Kan masih ada Pemilihan Presiden. Biarkan saja harga tinggi-tinggi dulu nanti bertahap turun," ujar Luhut dalam diskusi Coffee Morning di kantornya, Senin (8/4).

Ia mengungkapkan penurunan harga tiket memerlukan proses, tidak bisa serta-merta turun dengan segera.


Ia juga mengingatkan dalam membuat kebijakan pemerintah memperhatikan keseimbangan pasokan dan penawaran. Dalam hal ini, kepentingan maskapai dan penumpang.


Selain itu, pemerintah juga memperhatikan sektor-sektor lain yang kena imbas dari mahalnya harga tiket penerbangan di antaranya sektor pariwisata dan perhotelan yang okupansinya menurun.

Sebagai catatan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan dua aturan untuk menjawab polemik terkait mahalnya harga tiket pesawat. Pertama, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Kedua, Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Namun, sejumlah pihak menilai aturan tersebut tidak akan efektif menekan harga. Pasalnya, ketentuan yang direvisi adalah tarif batas atas penerbangan kelas ekonomi yang dikerek dari 30 persen menjadi 35 persen dari tarif batas atas. Sementara itu, ketentuan mengenai tarif batas atas penerbangan ekonomi maskapai berbiaya murah tetap 85 persen.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)