Alasan IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global 2019

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 12:15 WIB
Alasan IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global 2019 International Monetary Fund. (REUTERS/Yuri Gripas).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2019 menjadi 3,3 persen dari semula 3,5 persen. Revisi proyeksi ekonomi itu tentu disertai berbagai pertimbangan.

Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) 2019 yang diterbitkan 9 April 2019 disebutkan, IMF memandang ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan karena ketidakpastian potensial. Hal itu terutama terkait ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lain.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath menulis dalam sebuah unggahan di blog bahwa proyeksi perlambatan pada 2019 telah semakin meluas.


"Ini mencerminkan revisi negatif untuk beberapa ekonomi utama termasuk kawasan euro, Amerika Latin, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia," kata Gopinath seperti dikutip Antara, Rabu (10/4).


Hilangnya momentum pertumbuhan, kata Gopinath, berasal dari paruh kedua tahun 2018, ketika ekonomi dunia dilanda ekspansi global yang melemah secara signifikan. Laporan WEO mengatakan pertumbuhan global tetap kuat di 3,8 persen pada paruh pertama 2018, tetapi turun menjadi 3,2 persen pada semester kedua.

Gopinath mengungkapkan pelemahan ekonomi sebagian besar disebabkan situasi ketegangan perdagangan global, tekanan ekonomi makro di Argentina dan Turki. Selain itu, dipengaruhi pula oleh gangguan pada sektor otomotif di Jerman, dan pengetatan keuangan bersamaan dengan normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju yang lebih besar.

Dalam laporan tersebut disebutkan, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen, turun 0,2 persen dari estimasi Januari 2019


Proyeksi itu juga lebih rendah di bawah angka 2018 sebanyak 0,3 persen. Dalam skala regional, proyeksi laju pertumbuhan negara-negara maju adalah 1,8 persen pada 2019 dan 1,7 persen tahun depan. Keduanya di bawah tingkat proyeksi dua tahun terakhir yang tercatat di atas level 2 persen.

Lembaga moneter independen itu juga memperkirakan laju ekonomi di negara berkembang pada 2019 hanya 4,4 persen atau menyusut 0,1 persen dari pada 2018.

[Gambas:Video CNN] (lav/lav)