Sekretaris Perusahaan MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan ada empat stasiun yang namanya diikuti dengan identitas korporasi. Stasiun tersebut adalah, Lebak Bulus Grab, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Istora Mandiri.
Ini artinya pemenang lelang yang diselenggarakan oleh MRT Jakarta adalah PT Astra International, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain empat stasiun itu, ada satu lagi yang baru saja diberi identitas, yakni Stasiun ASEAN. Namun, nama itu diberikan cuma-cuma alias gratis karena permintaan langsung dari Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi.
Sayang, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini enggan membeberkan detil berapa pendapatan yang dikantongi dari hak penamaan ini. MRT Jakarta dan masing-masing perusahaan yang menang lelang memiliki kewajiban merahasiakan kesepakatan kontrak penamaan tersebut.
Kamal menyebut kontrak tersebut nantinya perlu diperpanjang kembali dalam waktu satu atau lima tahun, tergantung kesepakatan di awal. Perpanjangan kontrak tentunya diiringi pula dengan pembayaran baru dari perusahaan pemenang lelang ke MRT Jakarta.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi tiap tahun ada dana yang harus dibayar konstan (untuk kontrak satu tahun). Kalau tidak nama stasiun bisa berubah, tapi kan ya ada persyaratannya lagi jika ingin diubah," papar Kamal.
Lebih lanjut Kamal mengatakan kontribusi pendapatan non tiket lainnya berasal dari gerai ritel, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), iklan, dan telekomunikasi yang seluruhnya berada di stasiun.
Saat ini MRT Jakarta sudah bekerja sama dengan 16 peritel yang menjajakan produknya di delapan stasiun MRT, misalnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Lalu, 16 pelaku UMKM juga sudah sepakat untuk berjualan di lima stasiun MRT.
Sementara itu, Kamal menyatakan pihaknya menargetkan tahun ini pendapatan dari penjualan tiket bisa mencapai Rp168 miliar. Dengan demikian, total target pendapatan dari non tiket dan tiket mencapai Rp262 miliar.
Target dibuat dengan mengacu jumlah penumpang yang rata-rata 65 ribu per hari. Namun kenyataannya transportasi MRT cukup menarik perhatian masyarakat, sehingga rata-rata penumpang per hari mencapai 70 ribu.
Bahkan, dalam satu hari sempat tembus 92 ribu penumpang. "Jumlah penumpang meningkat terus, kami upayakan naik terus. Banyak program untuk menarik penumpang," pungkasnya. (aud/agt)