Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan pihaknya mengubah beberapa poin mengenai tingkat efisiensi dengan keberadaan holding perbankan. Namun, ia enggan membeberkan poin yang direvisi.
"Jadi holding pasti ada efisiensi dan seperti yang kami lakukan bersama ATM link saja itu kan sudah efisiensi bagus. Belum holding saja sudah ada efisiensi di masing-masing perbankan," ucap Gatot, Senin (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Dari KSSK) ada masukan beberapa hal yang lebih realistis," imbuh dia.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan holding perbankan bisa rampung pada Mei 2019. Ia mengungkapkan holding ini tak hanya bermanfaat untuk membuat biaya perbankan pelat merah lebih efisien, tapi juga meningkatkan profesionalitas dan transparansi pada perusahaan-perusahaan tersebut.
"Targetnya (rampung) Mei (2019)," ucap Rini.
Sebagai informasi, holding perbankan akan dipimpin oleh PT Danareksa (Persero). Nantinya, Danareksa akan menginduki PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)