Reaksi Pasar Diramal Dahsyat Usai Pengumuman Pembantu Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 17:11 WIB
Reaksi Pasar Diramal Dahsyat Usai Pengumuman Pembantu Jokowi Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan pengumuman kabinet ekonomi periode 2019 - 2024 akan menjadi sentimen politik yang mempengaruhi kinerja pasar keuangan dan pasar modal. Bahkan, efek pengumuman itu diproyeksi lebih dahsyat ketimbang sentimen pemilihan presiden (pilpres) pekan lalu.

Menurut dia, pengumuman kabinet sebagai puncak dari rangkaian sentimen politik bagi pasar modal dan pasar uang di Indonesia. Pelaku pasar disebut akan menilai kapabilitas masing-masing tokoh yang menduduki posisi menteri.

Tentu, dampaknya ke arus modal dan nilai tukar bisa positif jika tokoh yang dipilih adalah sosok yang memiliki rekam jejak yang bagus. Apalagi, jika tokoh-tokoh tersebut menjamin keberlanjutan kebijakan yang baik yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya.

"Sebenarnya, yang pasar paling tunggu adalah siapa saja sosok yang ada di tim kabinet. Ini gong yang sebetulnya. Karena pelaku pasar ini menginginkan policy continuation (kebijakan yang berlanjut), pasar baru yakin ke presiden terpilih jika tim ekonominya juga bagus," ujarnya, Rabu (24/4).


Sejauh ini, pelaku pasar masih menangkap sinyal calon petahana Joko Widodo akan melanjutkan kepemimpinan hingga 2024 nanti. Hal ini sudah direspons positif oleh pasar setelah hasil hitung cepat berseliweran.

Buktinya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 6.568,85 pada pembukaan Kamis (18/4), sementara rupiah sendiri dibuka di level Rp14.003 per dolar AS di hari yang sama.

Hanya saja, "Jokowi-effect" ternyata berhenti pada Senin (22/4) kemarin, karena perilaku pasar didominasi sentimen global. Selain itu, pelaku pasar juga sudah mengetahui sepak terjang Jokowi, sehingga dampak "Jokowi-effect" ini tidak sedahsyat lima tahun silam.

"Tapi kalau Jokowi maju lagi sebagai presiden, tim ekonominya ini yang cukup ditunggu. Dampaknya (ke pasar keuangan) bisa lebih panjang dibanding pilpres kemarin," jelas Josua.


Pelaku pasar, lanjut dia, sejatinya punya kriteria yang tidak muluk-muluk untuk calon menteri Jokowi. Yakni, sosok yang kelihatannya bisa mempermudah bisnis dan investasi. Apalagi, Jokowi sendiri selalu menekankan pentingnya investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi di beberapa kesempatan terakhir.

Namun, pelaku pasar juga menunggu keberanian Jokowi dalam memasang sosok teknokrat dan profesional ketimbang kader partai politik di dalam tim ekonominya. Menurut dia, selama ini menteri yang berasal dari parpol selalu diasosiasikan dengan kinerja yang tak optimal.

Pelaku pasar tentu akan mengapresiasi Jokowi jika ia benar-benar 'habis-habisan' di lima tahun kedua pemerintahannya.

"Kalau Pak Jokowi berani, lebih baik nothing to lose saja di pemerintahan kedua dengan mengajak sosok yang profesional. Modalnya sudah disediakan di lima tahun pemerintahan pertama, nanti tim ekonominya tinggal balapan saja mengejar apa yang belum tercapai dalam waktu yang cepat," papar dia.

[Gambas:Video CNN]

Senada, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi juga sepakat bahwa Jokowi harus mengeluarkan upaya terbaiknya di pemerintahan baru. Toh ia tak bisa lagi mencalonkan diri pada pemilu 2024 nanti. Salah satu upaya tersebut adalah menciptakan jajaran kabinet yang benar-benar terdiri dari kalangan profesional.

"Dan sebaiknya jangan kasih lihat portofolio (menteri) yang terlalu berisiko bagi pengembangan Indonesia ke depan. Makanya, perlu dilihat, apakah nanti akan ada transaksi partai politik di jabatan menteri atau apakah Jokowi bisa menciptakan zaken kabinet atau tidak," tandasnya.


(glh/bir)