Astra International Bagikan Dividen Rp8,66 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 07:06 WIB
Astra International Bagikan Dividen Rp8,66 Triliun Ilustrasi Logo Astra. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astra International Tbk (ASII) menebar keuntungan (dividen) sebesar Rp8,66 triliun untuk pemegang saham dari laba bersih pada 2018. Ini artinya perusahaan menggunakan 40 persen dari total keuntungannya tahun lalu Rp21,67 triliun sebagai dividen.

Direktur Utama Prijono Sugiarto mengatakan pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra International pada Kamis (25/4). Menurutnya, dari dividen itu, Rp2,42 triliun di antaranya sudah dibagikan pada Oktober tahun lalu.

"Setiap saham diberikan Rp214,13 per saham sebagai dividen tunai, di mana di dalamnya ada dividen interim Rp60 per saham," ucap Prijono, Kamis (25/4).


Dengan demikian, perusahaan hanya akan membagikan sisa dividen dengan nominal Rp154,13 per saham atau totalnya Rp6,23 triliun. Dividen itu akan diberikan pada 24 Mei 2019.


"Dividen dibayarkan kepada pemegang saham perusahaan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perusahaan pada 8 Mei 2019 pukul 16.00 WIB," jelasnya.

Dalam RUPST juga diputuskan perubahan susunan direksi dan komisaris. Perusahaan mengangkat Akihiro Murakami sebagai Komisaris Independen John Raymond Witt dan Stephen Patrick Gore sebagai Komisaris, dan FXL Kesuma sebagai Direktur.

Selain itu, perusahaan menunjuk Djony Bunarto Tjondro untuk menduduki posisi Wakil Direktur Utama. Kemudian, manajemen juga menyetujui pengunduran diri Takayuki Yoshitsugu yang menjabat sebagai Komisaris Independen.

Dari sisi kinerja, tahun lalu laba bersih perusahaan tumbuh 15 persen dari sebelumnya sebesar Rp18,84 triliun. Beberapa sektor usaha yang menopang kenaikan itu berasal dari bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, dan jasa keuangan.

Bila diurutkan, laba bersih sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi naik paling kencang sebesar 48 persen menjadi Rp6,63 triliun. Diikuti sektor jasa keuangan sebesar 28 persen menjadi Rp4,81 triliun, dan teknologi informasi 5 persen menjadi Rp208 miliar.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)