Soal Boeing 737 Max Terbang, Menhub Tunggu Rekomendasi FAA

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 17:25 WIB
Soal Boeing 737 Max Terbang, Menhub Tunggu Rekomendasi FAA Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menunggu rekomendasi langsung dari otoritas penerbangan sipil AS (FAA) terkait rencana pengoperasian kembali pesawat Boeing 737 MAX. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menunggu rekomendasi langsung dari otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administratio/FAA) terkait rencana pengoperasian kembali pesawat Boeing 737 MAX. 

Selain itu, ia juga memastikan akan melakukan tes keselamatan di dalam negeri, sebelum mengizinkan pihak maskapai nasional untuk mengoperasikan Boeing 737 MAX.

Sebelumnya, pihak Boeing menargetkan bisa kembali mengoperasikan pesawat jenis 737 MAX pada pertengahan Juli 2019. Untuk itu, perusahaan tengah berusaha meyakinkan FAA agar kembali mengeluarkan izin operasi Boeing 737 MAX pada Mei mendatang.


Terkait hal ini, Budi Karya menjelaskan Kementerian Perhubungan sejatinya terus berkomunikasi dengan FAA terkait perkembangan masalah sistem pada Boeing 737 MAX.
Dari komunikasi akhir, FAA memang belum memberi 'lampu hijau' kepada Boeing, meski sejumlah arahan sudah diberikan kepada perusahaan manufaktur pesawat asal AS itu.


"FAA berikan apa yang harus diperbaiki, apa yang ditambahkan, prosedur apa yang ditempuh, hardware dan software apa yang harus diganti, pelatihan apa yang harus dilakukan. Itu yang kami bahas, tapi kami tidak bicara target (kapan bisa beroperasi lagi), tapi prosedur itu harus dilakukan," ujar Budi Karya, Jumat (26/4).

Budi mengatakan sikap pemerintah Indonesia pun masih sama hingga saat ini, yaitu menunggu kepastian dari FAA, lantaran belum ada perkembangan menuju rekomendasi. Namun, ia memastikan komunikasi terus dilakukan agar regulator di Indonesia juga mengikuti perkembangan masalah tersebut.

"Mungkin dalam minggu ini, akan ada tim kami yang akan ke FAA. Tapi dalam konteks ini, kami tunggu," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyatakan sekalipun FAA mengeluarkan izin operasional Boeing 737 MAX lagi, namun pemerintah Indonesia akan melangsungkan uji tes di dalam negeri. Tujuannya, untuk benar-benar menjamin kesiapan jenis pesawat tersebut di dalam negeri.


"Kalau setelah itu dia berikan rekomendasi, kita akan tes di sini, setelah kami tes, ternyata berjalan baik, baru kami rilis. Kami dulu (yang tes), Kementerian Perhubungan dulu yang lakukan assessment itu, baru maskapai," jelasnya.

Sebelumnya, izin operasional Boeing 737 MAX sempat ditahan oleh FAA lantaran dua kecelakaan yang terjadi pada jenis pesawat tersebut. Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa.

[Gambas:Video CNN] (lav)